PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA di SEKOLAH DASAR
Pramesti Sita Ariyani
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa, Jl Batikan UH III/1043 Yogyakarta – 55167.
Email Penulis: pramestisita8@gmail.com
Learning is a process that involves various aspects possessed by each individual/student. The teaching and learning process is not only about conveying lesson material, but also about the ability to foster students' interest in learning. Effective education not only gets information into students' minds, but also creates an environment that stimulates curiosity and enthusiasm for learning. Interest in the learning process is a psychological aspect that influences each individual/student in learning. Because a person's interest will give rise to a feeling of pleasure and comfort in an activity without any compulsion. This research aims to explore and analyze the influence of the school environment on students' interest in learning in elementary schools. The school environment includes aspects such as physical facilities, classroom atmosphere, teacher-student interactions, and parental support, and knowing the factors that influence students' interest in learning. Based on the results of the identified data, it can be seen that the factors that influence students' interest in learning are internal and external factors. The research results show that the school environment has a significant role in shaping students' interest in learning. Adequate and comfortable physical facilities, a conducive classroom atmosphere, and positive interactions between teachers and students can increase interest in learning. Parental support also makes a positive contribution to student motivation.
Belajar adalah suatu proses yang melibatkan berbagai aspek yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Proses belajar mengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga mengenai kemampuan untuk menumbuhkan minat belajar siswa. Pendidikan yang efektif tidak hanya memasukan informasi kedalam pikiran siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan yang merangsang rasa kaingin tahuan dan antusiasme siswa terhadap pembelajaran. Minat dalam proses belajar adalah suatu aspek psikologi yang mempengaruhi setiap peserta didik dalam proses belajar. Karena minat yang dimiliki seseorang akan menimbulkan rasa senang dan rasa nyaman pada suatu aktivitas tanpa ada keterpaksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa di Sekolah dasar. Lingkungan sekolah mencakup aspek-aspek seperti fasilitas fisik, suasana di ruang kelas, interaksi antara guru dengan siswa, dan dukungan dari orang tua siswa, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik. Berdasarkan dari hasil data yang teridentifikasi dapat diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa adalah faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran yang signifikan dalam membentuk minat belajar siswa. Fasilitas fisik yang memadai dan nyaman, suasana kelas yang kondusif, serta interaksi positif antara guru dan siswa dapat meningkatkan minat belajar. Dukungan orang tua juga memberikan kontribusi positif terhadap motivasi siswa.
PENDAHULUAN
Pendidikan memiliki peran krusial dalam pembentukan karakter dan perkembangan intelektual anak-anak, khususnya ditingkat sekolah dasar. Lingkungan mempengaruhi minat belajar siswa. Dalam konteks ini, pemahaman mendalam mengenai pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa menjadi sesuatu yang diperlukan atau meningkatkan kualitas Pendidikan ditingkat dasar.
Lingkungan sekolah mencakup berbagai aspek, mulai fasilitas fisik hingga dinamika social didalamnya. Pentingnya pengaruh lingkungan sekolah pada minat belajar siswa tidak dapat diabaikan, mengingat siswa di sekolah dasar berada pada minat belajar siswa fase kritis dakam membentuk dasar pengetahuan dan sikap terhadap pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian mengenai hubungan angtara lingkungan sekolah dan minat belajar siswa sangat relevan untuk memahami bagaimana sekolah dapat menjadi lingkungan yang mendukung perkembangan akademis dan non akademis peserta didik.
Pendidikan di tingkat Sekolah Dasar bukan hanya sekadar mentransfer pengetahuan kepada siswa, melainkan juga merangsang dan membentuk minat belajar mereka. Minat belajar siswa memiliki peran sentral dalam proses pembelajaran, karena motivasi intrinsik yang muncul dari minat dapat menjadi pendorong utama dalam meraih pemahaman dan prestasi akademis yang lebih baik.
Sekolah Dasar menjadi tempat awal di mana siswa mulai mengasah keterampilan akademisnya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar siswa di tingkat ini menjadi diperlukan atau dibutuhkan. Faktor-faktor tersebut tidak hanya terbatas pada lingkungan kelas, tetapi juga mencakup aspek-aspek sosial, psikologis, dan fisik yang bersinggungan dengan proses belajar-mengajar.
Lingkungan mencakup segala hal yang bersifat eksternal dari diri individu., lingkungan adalah sumber informasi yang dapat diketahui melalui panca indra yang kemudian diterima otak. Lingkungan menyediakan berbagai macam pembelajaran, sangat bergantung pada sejauh mana yang bersangkutan bisa memanfaatkanya. Nopea dan Fardona (2021:20). Lingkungan sekolah yang mendukung akan memberikan kenyamanan bagi siswa sehingga dapat belajar dengan optimal yang pada akhirnya dapat mencapai prestasi yang baik. Sejalan dengan pendapat Karwati dan Priansa (2014: 267) “siswa yang nyaman akan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar sehingga dalam dirinya akan tumbuh kesadaran untuk belajar dengan baik, yang pada akhirnya akan menghasilkan prestasi belajar yang baik”. Lingkungan sekolah yang kurang mendukung kegiatan belajar siswa membuat siswa kurang nyaman untuk belajar sehingga pencapaian prestasi belajar kurang maksimal. Dengan kata lain semakin baik lingkungan sekolah, maka semakin baik pula prestasi belajar yang diperoleh siswa di sekolah Karwati dan Priansa (2014: 267).
Dari kajian di atas, dapat disimpulkan bahwa lingkungan memiliki peran yang signifikan dalam pembelajaran siswa, khususnya di lingkungan sekolah. Lingkungan di sini mencakup segala hal yang bersifat eksternal dari individu dan memberikan sumber informasi yang dapat diakses melalui panca indra. Dalam konteks pembelajaran, lingkungan memberikan peluang pembelajaran yang beragam, dan sejauh mana individu dapat memanfaatkannya akan mempengaruhi proses pembelajaran. Lingkungan sekolah, sebagai bagian dari lingkungan tersebut, memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan siswa dan prestasi belajar mereka. Lingkungan sekolah yang mendukung cenderung menciptakan kenyamanan bagi siswa, meningkatkan motivasi belajar, dan pada akhirnya, dapat berkontribusi pada pencapaian prestasi belajar yang baik. Sebaliknya, lingkungan sekolah yang kurang mendukung dapat membuat siswa kurang nyaman dan berdampak negatif pada pencapaian prestasi belajar peserta didik. Dengan demikian, penting bagi lingkungan yang optimal bagi proses pembelajaran siswa supaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan mendukung dapat berdampak positif pada motivasi dan prestasi belajar siswa, sehingga memperkuat hubungan positif antara lingkungan sekolah dengan hasil belajar siswa.
Sebagai pendidik harus menyadari bahwa lingkungan sekolah yang nyaman dan mendukung dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan landasan untuk dalam upaya mecapai prestasi belajar yang optimal dan menghasilkan individu yang berkembang secara holistik. Dengan memahami urgensi ini, pihak terkait termasuk sekolah, guru, dan pengambil kebijakan dapat berfokus pada peningkatan kwalitas lingkungan sekolah. Kesadaran terhadap peran lingkungan dalam pembelajaran siswa menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas system Pendidikan dan memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk meraih prestasi secara penuh.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Lingkungan Sekolah
Lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang atau siswa memperoleh pendidikan secara langsung atau tidak langsung. Artinya, lingkungan pendidikan merupakan segala sesuatu yang melingkupi proses berlangsungnya pendidikan. Lingkungan pendidikan yang dimaksud adalah lingkungan belajar siswa disekolah tersebut, sejalan dengan pendapatnya Ramadhani bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang menciptakan dan menyediakan lingkungan yang kondusif sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa, sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik yang pada akhirnya akan meningkatkan minat belajar siswa disekolah. (Ramadhani, 2018). Lingkungan sekolah merupakan suatu kondisi yang ada di lembaga pendidikan formal yang melaksanakan program pengajaran, bimbingan, dan Latihan yang akan membantu siswa untuk mengembangkan potensi belajar (Aditya, Riza Nur 2019).
Dapat Disumpulkan bahwa pemahaman mengenai lingkungan pendidikan di sekolah bukan hanya sebagai tempat fisik, tetapi juga sebagai elemen yang mencakup berbagai program dan aktivitas pendidikan memeberikan dasar untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih efektif.
Minat Belajar
Minat belajar adalah perhatian seseorang terhadap belajar yang ditunjukan melalui keantusiasan, partisipasi, dan keaktifan dalam belajar. Minat belajar akan muncul pada diri seseorang jika orang tersebut menyukai suatu hal kegiatan, atau Latihan lain yang disukai. Sehingga individu akan terdorong untuk terus melakukan kegiatan tersebut sehingga memiliki minat yang lebih untuk mempelajarinya. (Fajri, Zaenol, 2019) Ditegaskan juga oleh Setiawati bahwa minat belajar merupakan aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala (Setiawati, Gusti Ayu Dewi, 2018).
Dengan demikian, pemahaman mengenai minat belajar tidak hanya sebagai respons dari luar, tetai juga sebagai aspek psikologis yang melibatkan gairah dan kemauan dalam menghadapi proses pembelajaran.
Faktor – Faktor Lingkungan Sekolah yang Mempengaruhi Minat Belajar
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menyatkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi minat belajar yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal.
Faktor Internal adalah sesuatu pengaruh yang berasal dari dalam diri siswa yaitu perhatian, sikap, bakat, dan kemampuan seorang peserta didik. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang dipengaruhi dari luar misalnya perhatian dalam proses pembelajaran, sarana dan prasarana pembelajaran bimbingan orang tua pada pembelajaran dirumah fasilitas yang menjadikan orang tua serta faktor lingkungan sekitar yang menyebabkan salah satu faktor mempengaruhi minat belajar siswa (Lusi, 2016).
Faktor yang juga mempengaruhi minat belajar antara lainnya faktor dari siswa, guru, dan lingkungan, bahkan juga dari faktor orang tua. Untuk itu dalam rangka meningkatkan minat belajar siswa banyak cara dan usaha yang dapat dilakukan antara lain:
Usaha – usaha Sekolah
Sekolah adalah lembaga pendidikan yang mengelola pendidikan formal, lembaga pendidikan menginginkan semua peserta didiknya berhasil dengan baik, semua komponen yang bergerak didalamnya berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya.
Usaha – usaha Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar
Guru adalah orang tua kedua setelah orang tua yang ada dirumah, atau dengan kata lain guru adalah orang tua siswa disekolah. Tugas guru disekolah tidak hanya mengajarkan bermacam – macam ilmu melainkan juga mempunyai tugas untuk mendidik. Guru juga harus selalu berusaha untuk meningkatkan ketertarikan minat belajar bagi siswa/siswinya. Guru setiap hari selalu berhadapan dan berkumpul dengan siswa sehingga guru dianggap paling bisa dan paling dipercaya oleh anak didiknya.
Setelah guru tahu bahwa ada pengaruh lingkungan sekolah seperti berikut:
Memberikan contoh kepada siswa agar meningkatkan kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah sebagai tujuan meningkatkan motivasi belajar dengan suasana sekolah yang ideal.
Mengadakan pendekatan dengan orang tua atau siswa untuk ikut serta memperhatikan anaknya dalam menumbuhkan minat belajar dirumah.
Guru sering mengadakan bimbingan dan penyuluhan pada siswa yang kurang minat belajarnya.
Guru selalu memantau perkembangan minat belajar anak didik secara berkelanjutan.
Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan pada kajian diatas menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk minat belajar peserta didik, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, dan melibatkan dukungan berbagai pihak termasuk orang tua. Upaya usaha ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal dan meningkatkan minat belajar siswa secara menyeluruh.
KESIMPULAN
Pendidikan merupakan usaha sadar manusia untuk dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran, baik pendidikan dasar, menengah atau perguruan tinggi. Faktor internal yang berasal dari dalam diri peserta didik, sedangkan faktor eksternal adalah faktor berasal dari luar peserta didik (lingkungan). Sedangkan untuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan belajar terutama lingkungan sekolah. Terciptanya lingkungan sekolah yang vaik sesuai dengan standarisasi pendidikan, maka akan meningkatkan minat belajar peserta didik dan mempermudah pelaksanaan pembelajaran yang kondusif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan lancar. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah dapat mempengaruhi secara positif dari suatu proses keberlangsungan kegiatan pembelajaran disekolah, serta dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Saran yang dapat disampaikan, kita sebagai pendidik baik guru, atau dosen ataupun tenaga kependidikan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik, maka salah satu yang harus kita perhatikan adalah minat belajar peserta didik. Tentunya untuk meningkatkan minat belajar peserta didik salah satunya harus menciptakan suasana lingkungan sekolah yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Aditya, Riza Nur, dan S. M. (2019). pengaruh lingkungan keluarga dan sekolah terhadap minat belajar teh influence of the family and school atmosphere on the interest to. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, 7 No 1(19), 65-72.
Fajri, Zeanol. peran Lingkungan Sekolah Terhadap Minat Belajar Siswa SD/MI." Jurnal Ika Pgsd (Ikatan Alumni Pgsd) Unars 7.2 (2019): 110-124.
Hasanah, Nur. pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat belajar peserta didik studi pendidikan agama islam (pai) mi darul hikmah langkap burneh bangkalan. Diss. Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Hikmah Bangkalan, 2020.
Karwati, Euis, dan Donni Joni Priansa. 2014. Manajemen Kelas (Classroom Management) Guru Profesional yang Inspiratif, Kreatif, Menyenangkan, dan Berprestasi. Bandung: Alfabeta.
Lusi. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1
Bangkinang”. Jurnal Pendidikan Matematika. Vol. 1, No.1 : 2016, hlm. 149-159.
Muliani, Rina Dwi Muliani Rina Dwi, and Arusman Arusman. "Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik." Jurnal Riset Dan Pengabdian Masyarakat 2.2 (2022): 133-139.
Nopea, Fardona. Pengaruh Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Lingkungan Terhadap Minat Belajar Siswa Mata Pelajaran Tematik Subtema Hewan dan Tumbuhan Di Lingkungan Rumahku Sekolah Dasar Negeri 66 Kota Bengkulu. Diss. IAIN BENGKULU, 2021.
Ramadhani, D. (2018). Pengaruh Interaksi Guru - Siswa Dan Lingkungan Belajar Terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Diantyastuti Ramadhani. Jurnal Pendidikan Dan Ekonomi, 7(6), 524–532.
Setiawati, Gusti Ayu Dewi, D. N. B. (2018). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Minat Belajar Biologi Dengan Menggunakan Lingkungan Pura Taman Ayun Sebagai Sumber Belajar (Langkah Awal Mengenalkan Profesi Cultural Interpreter). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi, (ISBN: 978, 186–190.
Sukmadinata, N. S. (2016). Landasan Psikosologi Proses Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakar.