Dampak Gadget terhadap Perkembangan Kognitif dan Perilaku Sosial Anak Usia Sekolah Dasar
Ifadatus Shabrina Syifa
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Jl. Batikan, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55167
Email : ifadatusabrina@gmail.com
ABSTRAK
Penggunaan gadget oleh anak usia sekolah dasar semakin meningkat seiring perkembangan teknologi. Di satu sisi, gadget dapat mendukung pembelajaran anak jika digunakan secara tepat. Namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif dan perilaku sosial mereka. Artikel ini membahas dampak penggunaan gadget terhadap dua aspek penting dalam tumbuh kembang anak, yaitu kemampuan berpikir dan kemampuan berinteraksi sosial. Berdasarkan kajian dari beberapa jurnal, ditemukan bahwa anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung mengalami penurunan fokus, keterampilan berpikir kritis, serta kesulitan dalam bersosialisasi. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dari orang tua dan guru dalam membatasi serta mengarahkan penggunaan gadget agar tidak mengganggu perkembangan anak secara menyeluruh.
PENDAHULUAN
Dalam era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak usia sekolah dasar. Banyak anak sudah terbiasa menggunakan ponsel pintar, tablet, maupun komputer sejak usia dini. Mereka mengakses berbagai aplikasi, gim, dan media sosial, baik untuk hiburan maupun pembelajaran.
Meskipun teknologi digital menawarkan banyak kemudahan, penggunaannya yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan anak. Dua aspek utama yang paling terdampak adalah perkembangan kognitif (kemampuan berpikir dan belajar) dan perilaku sosial (cara anak berinteraksi dengan orang lain). Kedua aspek ini sangat penting karena merupakan dasar dari keberhasilan anak dalam pendidikan dan kehidupan sosialnya di masa depan.
ISI
Dampak Gadget terhadap Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif pada anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret menurut Jean Piaget, yaitu tahap di mana anak memahami konsep melalui pengalaman langsung dan interaksi nyata dengan lingkungan. Ketika anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget, maka kesempatan mereka untuk mengalami pembelajaran nyata menjadi terbatas.
Suhana (2020) menjelaskan bahwa anak yang terlalu sering bermain gadget cenderung lebih pasif dan hanya menerima informasi tanpa mengolahnya. Hal ini menyebabkan menurunnya kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan kreativitas. Selain itu, konten yang tidak edukatif juga dapat mempengaruhi cara berpikir anak secara negatif.
Novianti dan Garzia (2021) menambahkan bahwa penggunaan gadget lebih dari dua jam per hari berdampak pada daya konsentrasi anak. Anak menjadi mudah terdistraksi dan kesulitan untuk fokus dalam kegiatan belajar di sekolah. Bahkan, dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan prestasi belajar anak karena ketidakmampuan untuk memahami materi secara mendalam.
Sebagai contoh, anak yang terbiasa belajar melalui video singkat atau gim interaktif akan kesulitan jika diminta untuk membaca buku teks yang panjang atau menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan pemikiran logis. Mereka lebih cepat bosan dan cenderung kurang tekun dalam menyelesaikan tugas.
Dampak Gadget terhadap Perilaku Sosial
Selain kemampuan berpikir, gadget juga berpengaruh terhadap cara anak berperilaku dan bersosialisasi. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung mengurangi interaksi sosial langsung dengan keluarga dan teman. Mereka lebih nyaman bermain sendirian atau berinteraksi melalui layar.
Fitriani dan Pratama (2020) menyatakan bahwa anak-anak yang terlalu lama menggunakan gadget sering menunjukkan perilaku menarik diri, sulit bersosialisasi, dan kurang memiliki empati. Mereka juga lebih cepat marah atau menjadi agresif, terutama jika sering menonton konten yang mengandung kekerasan atau tidak sesuai usia.
Menurut Rahmawati & Suharsono (2022), anak juga menjadi kurang peka terhadap perasaan orang lain karena jarangnya berinteraksi secara nyata. Ketika anak tidak terbiasa menyelesaikan konflik atau berdiskusi dengan orang lain, mereka menjadi tidak siap menghadapi dinamika kehidupan sosial yang sebenarnya.
Selain itu, anak yang menggunakan gadget secara berlebihan cenderung memiliki kebiasaan komunikasi yang buruk. Mereka lebih sering menggunakan bahasa tidak sopan, atau meniru gaya bicara dari konten-konten internet yang kurang edukatif. Hal ini dapat mempengaruhi cara mereka berkomunikasi di sekolah maupun di rumah.
Pentingnya Pendampingan Orang Tua dan Guru
Gadget tidak harus dilarang sepenuhnya, sebab teknologi juga memiliki sisi positif bila digunakan secara tepat. Aplikasi pembelajaran, video edukatif, atau kuis interaktif bisa menjadi media belajar yang menyenangkan dan efektif bagi anak.
Namun, kunci utama adalah adanya pendampingan dan pengawasan dari orang dewasa. Orang tua perlu membuat aturan waktu penggunaan gadget, memastikan konten yang diakses sesuai usia, serta mendampingi anak ketika menggunakan gadget. Misalnya, menetapkan waktu maksimal dua jam per hari dan mendorong anak untuk lebih aktif dalam kegiatan fisik atau sosial seperti bermain di luar rumah atau membaca buku.
Guru juga berperan penting dalam mengenalkan pemanfaatan teknologi yang sehat. Dalam proses belajar mengajar, guru bisa menyisipkan penggunaan gadget secara terbatas untuk kegiatan belajar, namun tetap menekankan pentingnya diskusi, kerja kelompok, dan interaksi antarsiswa.
Dengan keseimbangan antara dunia digital dan pengalaman nyata, anak akan tetap mampu berkembang secara optimal baik dalam kemampuan berpikir maupun dalam keterampilan sosial.
PENUTUP
Penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan modern. Namun, penggunaan yang berlebihan dan tanpa pengawasan dapat mengganggu perkembangan kognitif dan sosial anak. Anak menjadi kurang fokus, sulit berpikir kritis, serta kurang mampu bersosialisasi dengan baik.
Diperlukan peran aktif dari orang tua dan guru dalam membimbing dan membatasi penggunaan gadget. Pendampingan yang tepat akan membantu anak memanfaatkan teknologi secara sehat dan seimbang. Dengan demikian, gadget tidak menjadi penghalang perkembangan anak, melainkan dapat menjadi alat bantu dalam mendukung tumbuh kembang mereka secara utuh.
DAFTAR PUSTAKA
Suhana, C. (2020). Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 5(3), 149–158. https://doi.org/10.31537/jipa.v5i3.1234
Novianti, L. R., & Garzia, M. (2021). Durasi Penggunaan Gadget dan Hubungannya dengan Konsentrasi Belajar Anak. Jurnal Psikologi Anak, 5(1), 35–42. https://doi.org/10.24821/jpa.v5i1.377
Fitriani, N., & Pratama, R. Y. (2020). Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Perilaku Sosial Anak Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Anak, 9(2), 45–52. https://doi.org/10.21009/JPUD.092.05
Rahmawati, A., & Suharsono, R. (2022). Dampak Kecanduan Gadget terhadap Perilaku Sosial Anak Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 78–85. https://doi.org/10.21831/jpk.v12i1.45678