IMPLEMENTASI AJARAN TAMANSISWA TRI N (NITENI, NIROAKE, NAMBAHI) DALAM PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG
ARTIKEL
1) SD Negeri Godean 1, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia 2,3) Pendidikan Dasar, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia Email: ismawatisasmito174@gmail.com, radenmirsyah@gmail.com, heri.maria@ustjoga.ac.id
Zainnur Wijayanto Email : zainnurw@ustjogja.ac.id Pendidikan Matematika Univerisitas Sajarnawiyata Tamansiswa
Oleh
Yuliana Domelia Ogoney
2022015155
PROGRAM STUDI PENDIIDKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUNGAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERISITAS SARJANA WIYATA TAMANSISWA
YOGYAKRTA
2025
LATAR BELAKANG
Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara mendefinisikan bahwa arti Pendidikan; Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pendidikan merupakan adalah sebuah proses humanisme yang selanjutnya dikenal dengan istilah memanusiakan manusia (Baihaqi Rifqi, 2021). Oleh karena itu, kita seharusnya bias menghormati hak asasi setiap manusia. Murid dengan kata lain siswa bagaimanapun bukan sebuah manusia mesin yang dapat diatur sekehendaknya, melainkan mereka adalah generasi yang perlu kita bantu dan memberi kepedulian dalam setiap reaksi perubahannya menuju pendewasaan supaya dapat membentuk insan yang swantrata, berpikir kritis seta memiliki sikap akhlak yang baik (Bili et al., 2023). Untuk itu pendidikan tidak saja membentuk insan yang berbeda dengan sosok lainnya yang dapat beraktifitas menyantap dan meneguk, berpakaian serta memiliki rumah untuk tinggal hidup, ihwal inilah disebut dengan istilah memanusiakan manusia (Ab Marisyah1, Firman2, 2019). Pendidikan merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam kehidupan setiap insan dan siapa pun berhak mendapatkan pendidikan dengan layak (Khasanah, 2022). Secara umum, pendidikan dapat diartikan sebagai proses dalam mengembangkan diri masing-masing individu agar dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya (Alpian et al., 2019). Definisi pendidikan dalam arti luas adalah seluruh pengetahuan belajar yang terjadi sepanjang hidup di semua tempat dan situasi yang berefek positif bagi pertumbuhan setiap individu (Pristiwanti et al., 2022). Pendidikan berdampak besar bagi suatu individu supaya dapat bertahan hidup dengan menciptakan interaksi yang baik pada sesama sehingga apa yang dibutuhkan dapat dengan mudah terpenuhi (Marwah et al., 2018).Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan keterampilan ,dan kebiasaan sekelompok manusia yang diteruskan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Dalam Pembelajaran IPS dapat di mengkaji berbagai kedisiplinan seseorang yang berhubungan dengan kehidupan sosial dan Masyarakat lingkungan untuk kepetingan penididkan dan membentuk perilaku sosial yang dapat hidup bersama-sama dengan Masyarakat lainnya.
METODE PENILITIAN
Tujuan Penelitian ini mengkaji tentang Pembelajaran IPS yang menggunakan media teka-teki yang dapat mengimplemetasikan ajaran tamansiswa TRI N ( NITENI ,NIROKE,NAMBAHI). Pendidikan IPS salah satu mata pembelajaran yang dapat membawa wawasan pengetahuan yang sangat luas bagi peserta didik , dengan tujuan dapat membentuk kedisiplinan para siswa agar dapat menjalin hubungan dengan sosial nya dengan baik lingkungan sekolah maupun lingkungan masyrakat . Dengan tujuan Pendidikan IPS ini dapat mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri nya sesuai dengan bakat, minta dan kemampuan yang dimiliki siswa dalam lingkungan sekitar . IPS di tingkat SD menggunakan pendekatan terpadu dalam penyampapian materi pembelajaran. Melalui mata pelajaran IPS, siswa dibimbing untuk dapat menjadi warga negara yang bertanggung jawab, cinta damai, dan demokrati.
Dalam pembelajaran Teka-teki silang dapat di implementasikan dalam pembelajaran IPS untuk siswa SD ,dan relevan dengan prinsip-prinsip Tamansiswa. Penggunaan teka teki silang siswa dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, daya ingat ,dan memperkaya kosa kata . konsep “TRI N”(“NIROKE,NAMBAHI ) dalam Tamansiswa juga dapat diintergrasikan dalam proses pembelajaran taka teki silang yang dapat mengembangkan kualitas belajar siswa yang efektif dan meningkatkan kreatif siswa dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti dalam ajaran Tamansiswa.
HASIL PEMBEHASAN
Hasil penelitian peningkatan keaktifan siswa melalui implementasi ajaran Tri N (niteni, nirokake, nambahi) pada pembelajaran IPS kelas lima di SD Negeri Godean1 dilaksanakan melalui enam langkah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) (Yuniharto & Susanti, 2019):
Langkah pertama dalam sintaks GI yaitu mengidentifikasi pembahasan materi tema tujuh Peristiwa dalam Kehidupan dengan muatan mata pelajaran IPS dengan kompetensi dasar mengidentifikasi faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya. Alat yang digunakan juga cukup mudah disediakan oleh sekolah yaitu kertas HVS sedang pensil atau ballpoint siswa membawa sendiri. Masih pada sintaks pertama, siswa juga dikelompokkan menjadi lima belas kelompok kecil yang terdiri dari dua sampai tiga siswa. Tentunya peneliti mengedepankan prinsip heterogenitas dalam pengelompokan siswa yaitu dari kemampuan kognitif, keterampilan dan jenis kelamin.Dengan mengelompokan siswa dalam berdiksui dapat meningkatkan kreaktifan belajar siswa dan melatih ketarampilan siswa dalam berfikir kritis dan dapat melatih siswa dalam berfikir kritis dan memecahkan masalah dalam kelompoknya.
Tahap kedua yaitu peneliti membimbing siswa dalam Menyusun kegiatan belajar . Siswa harus memperhatikan soal dan petunjuk dalam teka teki silang untuk dapat menemukan jawaban yang tepat. Di sebut niteni
Setalah memperhatikan penjelasan guru maka siswa di minta untuk dapat meniru cara kerja teka-teki silang dan menerapkan dalam berbagai situasi pembelajaran,siswa dapat membuat teka-teki silang sesuai kreatifitas masing-masing kelompok di sebut nirokake;
3. Tahap ketiga yaitu siswa dalam kelompok besarnya melakukan pengamatan dan mendengarkan penjelasan. Peneliti akan memperagakan cara membuat teka-teki silang kemudian mempersilakan siswa menirukannya Bersama kelompok kecil atau pasangan yang sudah terbentuk. Membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar tiga jam dalam menyelesaikan tugas tersebut.
4. Tahap pembelajaran keempat mempersilahkan siswa untuk menyelesaiakn tugas kelompok.siswa dn kelompok nya dapat menyelesaikan soal dan teka -teki dalam setiap kelompok dan siswa di berikan waktu untuk menceritakan kesulitan yang di alami dalam mengerjakan soal teka-teki setiap kelompok-nya.
5. Sintak Terakhir yaitu Evaluasi pemagaman siswa melalui kegiaran diskusi yang telah di lakukan siswa dengan tanya jawab,kegiatan evaluasi guru menanyakan kepada siswa terkait proses dan hasil dalam pembuatan teka-teki silang yang sudah di lakukan bersama. siswa menyampaikan bahwa mereka merasa antusias dan senang dengan pembelajaran praktik membuat teka-teki silang dalam pembelajaran IPS. Pembelajaran IPS menjadi tidak membosankan. Dari hasil praktik pembuatan teka-teki silang, anak-anak menyebut kelompok lain kreatif dalam pewarnaan dan motif atau pola yang terbentuk. Mereka saling memuji secara jujur.Dengan teka teki silang ,siswa di dorong untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mereka tentang materi IPS serta mengembangkan keterampilan berfikir kritis.
DAFTAR PUSTAKA
Alpian, Y., Anggraeni, S. W., Wiharti, U., & Soleha, N. M. (2019). Pentingnya pendidikan bagi manusia. Jurnal Buana Pengabdian, 1(1), 66-72. https://doi.org/10.36805/jurnalbuanapengabdian.v1i1.581
Agustin, S., Sumardi, & Hamdu, G. (2021). Kajian tentang keaktikan belajar siswa dengan media teka teki silang pada pembelajaran IPS SD. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(1), 166- 176. https://doi.org/10.17509/pedadidaktika.v8i1.32917
Lakoro, S., Eraku, S., & Yusuf, D. (2020). Pengaruh media permainan teka-teki silang terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran geografi di SMA Negeri 1 Marisa. Jambura Geo Education Journal, 1(1), 32-38. https://doi.org/10.34312/jgej.v1i1.4845
Marwah, S. S., Syafe'i, M., & Sumarna, E. (2018). Relevansi konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara dengan pendidikan Islam. TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education, 5(1), 14-26. https://doi.org/10.17509/t.v5i1.13336