MENINJAU KRITIS KARAKTERISTIK PSIKOLOGIS ANAK SD DALAM KONTEKS MOTIVASI DAN KEDISPLINAN BELAJAR
Fahliza Naura Putri (2024015083)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
2025
Abstrak
Dukungan motivasi dan kedisiplinan belajar adalah dua sumber yang krusial untuk memastikan keberhasilan belajar siswa Sekolah Dasar. Anak- anak memiliki karakteristik psikologis serta lingkungannya sendiri, yang berdampak pada pemahaman mereka tentang pelatihan individual. Artikel ini menganalisis karakteristik psikologis siswa sekolah dasar sehubungan dengan motivasi dan kedisiplinan belajar, berasumsi tentang teori psikologi pendidikan dan data empiris dalam bentuk observasi lapangan. Studi kasus menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik, lingkungan pembelajaran positif, serta pendekatan individual guru membentuk disiplin belajar yang positif. Alasan, ia tidak selalu memungkinkan untuk menerapkan strategi psikologi pendidikan yang diperlukan di lingkungan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan sasaran psikologis kompetensi.
katakunci: motivasi belajar,kedisiplinan belajar,karakteristik psikologis,sekolah dasar, lingkungan belajar,motivasi intrinsik,motivasi ekstrinsik,pendekatan individual, psikologi pendidikan, sasaran kompetensi, observasi lapangan, studi kasus.
Pendahuluan
Memahami sifat psikologis anak yang berada di Sekolah Dasar adalah hal yang sangat krusial dalam proses pembelajaran. Anak-anak pada usia ini berada dalam fase perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan moral yang unik serta terus berubah. Mereka cenderung belajar dengan cara yang konkret lewat pengalaman langsung, bermain, dan berinteraksi dengan teman sebaya, sehingga peran guru harus menyesuaikan metode pengajaran agar selaras dengan karakteristik ini untuk memaksimalkan potensi pembelajaran anak (Mutia, 2023; Tematik PGSD,2023). Motivasi serta disiplin dalam belajar merupakan elemen penting yang sangat mempengaruhi pencapaian akademik dan perkembangan psikososial anak. Anak yang memiliki semangat belajar yang tinggi serta disiplin yang baik biasanya menunjukkan hasil belajar yang baik dan perkembangan yang seimbang baik secara kognitif maupun sosial-emosional. Sebaliknya, rendahnya motivasi dan disiplin dapat menghalangi proses belajar dan berdampak negatif terhadap kesehatan psikologis anak tersebut (Dafit et al., 2023).
Selain itu, teori Self- Determination yang dikemukakan oleh Deci dan Ryan (2000) menyoroti pentingnya motivasi dari dalam yang didukung oleh lingkungan belajar yang baik, memberikan kebebasan, dan mendukung hubungan sosial dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar ( Deci dan Ryan, 2000). Konsep disiplin menurut Sardiman (2009) juga menggambarkan perang penguatan positif dan pengelolaan kelas yang baik dalam membentuk perilaku disiplin siswa. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan sifat psikologis anak, termasuk dalam pengelolaan emosi dan motivasi, dapat meningkatkan motivasi dan disiplin belajar secara signifikan (Umam dan Nurbayani, 2025). Dari penjelasan tersebut, pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana karakteristik psikologi anak SD berdampak pada motivasi dan disiplin belajar? (2) Faktor-faktor psikologis apa saja yang berkontribusi pada motivasi dan disiplin belajar siswa SD? (3) Seberapa efektif pendekatan psikologi pendidikan dalam mengelola motivasi dan disiplin belajar anak-anak SD? (4) Apa saja strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi dan disiplin belajar siswa sekolah dasar?. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik psikologis anak SD yang berkaitan dengan motivasi dan disiplin belajar, mengidentifikasi faktor-faktor psikologis yang berdampak pada kedua aspek tersebut, menganalisis efektivitas pendekatan psikologi pendidikan yang diterapkan oleh guru, dan memberikan rekomendasi strategi pembelajaran yang berlandaskan psikologi pendidikan demi meningkatkan motivasi dan disiplin belajar siswa SD.
Metode Penelitian
Kajian ini menggunakan metode kualitatif, tepatnya studi kasus, guna menggali lebih dalam sisi psikologis siswa SD, khususnya yang berkaitan dengan semangat belajar, serta berapa efektifnya penerapan ilmu psikologi dalam kegiatan belajar mengajar. Lokasi penelitian dipilih dengan cermat, yaitu beberapa SD yang suasana belajarnya kondusif dan gurunya menerapkan prinsip psikologi pendidikan. Partisipan penelitian melibatkan siswa, guru, serta pihak sekolah lainnya seperti wali kelas dan konselor. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung di lapangan, wawancara secara mendalam, dan pengumpulan berkas-berkas penting. Observasi bertujuan untuk mengamati tingkah laku siswa terkait motivasi dan disiplin belajar, juga cara guru memimpin proses belajar.
Wawancara mendalam dilakukan bersama siswa, guru, dan staf sekolah untuk mengumpulkan cerita, pendapat, dan cara yang mereka pakai dalam meningkatkan semangat dan kedisiplinan siswa. Selain itu, dokumen seperti catatan guru, hasil penilaian belajar, dan aturan sekolah juga dikumpulkan sebagai informasi pelengkap. Data dianalisis secara kualitatif memakai teknik analisis tematik yang meliputi penyederhanaan data, penyajian data dalam bentuk cerita deskriptif, dan pengecekan kebenaran melalui triangulasi sumber dan metode untuk memastikan hasil penelitian valid dan dapat dipercaya. Penelitian ini berlandaskan teori perkembangan kognitif Piaget yang menempatkan anak-anak pada fase operasi konkret, teori motivasi Self- Determination dari Deci dan Ryan (2000), serta konsep disiplin menurut Sardiman (2009). Ketiga teori ini menjadi dasar dalam memahami karakteristik psikologis siswa serta pengaruhnya pada motivasi dan disiplin belajar.
Seluruh rangkaian penelitian dilaksanakan dengan memenuhi etika penelitian, termasuk meminta izin dari sekolah, menjaga informasi pribadi partisipan, dan hanya menggunakan data untuk kepentingan pendidikan.
Hasil dan Pembahasan
Dampak Karakteristik Psikologis Anak SD Terhadap Motivasi dan Disiplin Belajar
Karakteristik psikologis anak Sekolah Dasar (SD) sangat mempengaruhi motivasi dan disiplin belajar mereka. Anak-anak pada usia ini berada dalam tahap perkembangan kognitif operasi konkret menurut Piaget (Dafit et al., 2023), yang berarti mereka langsu ng dan interaksi konkret dengan lingkungan sekitar. Hal ini menyebabkan motivasi belajar anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana materai dan metode pembelajaran disajikan secara nyata dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, perkembangan sosial dan emosional cenderung menunjukkan kedisiplinan yang lebih baik (Mutia, 2023; Tematik PGSD,2023). Oleh karena itu pemahaman guru terhadap karakteristik psikologis ini sangat krusial agar dapat menciptakan suasana belajar yang memotivasi dan membangun kedisiplinan secara positif.
Faktor-faktor Psikologis yang Berkontribusi pada Motivasi dan Disiplin Belajar Siswa SD
Motivasi belajar siswa SD dipengaruhi oleh motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Teori Self-Determination yang dikemukakan oleh Deci dan Ryan (2000) menegaskan bahwa motivasi intrinsik, yaitu dorongan dari dalam diri anak sangat penting untuk keberlanjutan dan kualitas belajar. Lingkungan belajar memberikan kebebasan, dukungan sosial, dan rasa aman dapat meningkatkan motivasi intrinsik tersebut. Sementara itu, motivasi ekstrinsik seperti penghargaan dan pengakuan dari guru atau orang tua, juga berperan dalam membangun kedisiplinan dan semangat belajar (Deci dan Ryan, 2000). Disiplin belajar sendiri menurut Sardiman (2009) terbentuk melalui penguatan positif dan pengelolaan kelas yang efektif , yang menciptakan aturan dan konsekuensi yang jelas namun tetap mendukung perkembangan psikologis anak. Faktor yang turut berkontribusi adalah pengelolaan emosi anak yang baik, yang memungkinkan mereka mengatasi frustasi dan tetap fokus pada tugas belajar ( Umam dan Nurbayani, 2025).
Efektivitas Pendekatan Psikologi Pendidikan dalam Mengelola Motivasi dan Disiplin Belajar Anak SD
Pendekatan psikologi pendidikan yang mengintegrasikan pemahaman karakteristik psikologis anak, teori motivasi, dan konsep disiplin terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan kedisiplinan belajar siswa SD. Studi kasus yang dilakukan menunjukkan bahwa guru yang menerapkan pendekatan individual dengan memperhatikan kebutuhan psikologis siswa mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memotivasi (Umam dan Nurbayani,2025). Penggunaan strategi pembelajaran yang konkret, interaktif, dan menyenangkan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak (Piaget) meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif. Selain itu, penerapan teori Self-Determination yang menekankan pemberian otonomi dan dukungan sosial dalam kelas memperkuat motivasi intrinsik siswa (Deci dan Ryan, 2000). Namun, dalam praktiknya, tidak semua sekolah mampu menerapkan strategi psikologi pendidikan secara optimal karena keterbatasan sumber daya dan pemahaman guru, sehingga diperlukan pelatihan dan dukungan lebih lanjut.
Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi dan Disiplin Belajar Siswa SD
Bedasarkan temuan dan kajian teori, beberapa strategi pembelajaran yang direkomendasikan untuk meningkatkan motivasi dan disiplin belajar siswa SD antara lain:
Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dan Konkret : Menggunakan media dan aktivitas yang relevan dengan pengalaman nyata anak untuk menyesuaikan dengan tahap operasi konkret (Piaget).
Penguatan Positif dan Pengelolaan Kelas yang Efektif : Menerapkan aturan kelas yang jelas disertai penghargaan dan konsekuensi yang konsisten untuk membangun disiplin (Sardiman, 2009).
Pemberian Otonomi dan Dukungan Sosial : Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih aktivitas belajar dan mendukung interaksi sosial yang positif guna meningkatkan motivasi intrinsik ( Deci dan Ryan, 2000).
Pengelolaan Emosi dan Motivasi : Melatih siswa mengenali dan mengelola emosinya agar dapat tetap fokus dan termotivasi selama proses belajar (Umam dan Nurbayani, 2025).
Pendekatan Individual : Menyesuaikan metode dan kecepatan belajar sesuai kebutuhan psikologis dan kemampuan masing-masing siswa untuk memaksimalkan potensi belajar.
Kesimpulan
Karakteristik psikologis anak Sekolah Dasar yang berada pada tahap perkembangan kognitif operasi konkret sangat mempengaruhi motivasi dan kedisiplinan belajar mereka. Motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif, serta pengelolaan emosi yang baik. Pendekatan psikologi pendidikan yang mengintegrasikan pemahaman terhadap karakteristik psikologis anak, teori motivasi Self-Determination, dan konsep disiplin terbukti efektif dalam meningkatkan semangat dan kedisiplinan belajar siswa. Namun, penerapan strategi ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman guru, sehingga perlu adanya pelatihan dan dukungan lebih lanjut. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang kontekstual, penguatan positif, pemberian otonomi, pengelolaan emosi, dan pendekatan individual sangat dianjurkan untuk memaksimalkan potensi belajar anak secara optimal dan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Dafit, et al. (2023). Teori perkembangan kognitif dan implikasinya dalam pendidikan dasar. Jakarta: Pustaka Edukasi.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68
EduCounseling. (2023). Motivasi dan disiplin belajar anak. Diakses dari https://www.educounseling.id
Mutia, R. (2023). Psikologi perkembangan anak sekolah dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sardiman, A. M. (2009). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Tematik PGSD. (2023). Pendekatan tematik dalam pembelajaran anak usia sekolah dasar. Yogyakarta: UNY Press.
Umam, M., & Nurbayani, A. (2025). Pengaruh strategi pembelajaran berbasis psikologi pendidikan terhadap motivasi dan disiplin belajar siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 45–58.