-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP KONSENTRASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA

Minggu, 06 Juli 2025 | Juli 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-07T00:10:03Z

PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP KONSENTRASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA 

Oleh: Sinta Bauty Ramadhani (2024015125)

PGSD, UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA 

    Di era digital saat ini, perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam gaya hidup anak- anak zaman sekarang, termasuk dalam hal hiburan dan aktivitas sehari-hari. Salah satu bentuk hiburan yang paling popular di kalangan pelajar adalah “game online”.Game online adalah permainan yang dimainkan melalui jaringan internet, sering kali melibatkan pemain lain dari berbagai tempat.  Game online ini tidak hanya dilakukan untuk  mengisi waktu luang tapi juga telah menjadi bagian dari rutinitas harian sebagian siswa. Banyak anak-anak suka bermain game online di handphone, tablet, atau komputer, baik milik sendiri atau milik orang tua. Meskipun game ini memberikan hiburan dan kesenangan, tapi penggunaan game online yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap berbagai aspek kehidupan siswa, khususnya dalam hal konsentrasi saat belajar dan prestasi akademik di sekolah. Beberapa anak menjadi sulit fokus saat guru menjelaskan pelajaran, mudah merasa ngantuk, dan nilai mereka pun bisa menurun. Oleh karna itu, pentingnya anak-anak, orang tua, dan guru untuk memahami bagaimana game online bisa mempengaruhi anak-anak dalam kebiasaan belajar, agar bermain game tetap menyenangkan tanpa menggangu kewajiban sekolah. Dan mengetahui sejauh mana game online mempengaruhi fokus dan hasil belajar siswa, serta bagaimana peran lingkungan sekitar dalam mengontrol penggunaan game secara bijak.  

      Game online kini sangat mudah diakses. Banyak game yang tampilannya lucu dan menyenangkan, yang menarik perhatian anak-anak, bahkan bisa dimainkan secara gratis, anak-anak bisa memainkannya sendiri, bersama teman, atau dengan teman dari berbagai negara. Game seperti ini menawarkan banyak menawarkan berbagai tantangan, level permainan,dan  hadiah yang membuat anak merasa senang.  Game ini bisa membuat anak-anak ingin memainkannya terus menerus, apalagi jika tidak ada aturan atau batasan dari orang tua. Tanpa pengawasan yang tepat, kebiasaan ini bisa berubah menjadi kecanduan, yaitu ketika anak-anak bermain terlalu sering dan tidak bisa berhenti meskipun sudah diberi batasan. Anak menjadi lebih memilih game dari pada belajar, makan, dan tidur. Membuat anak-anak menjadi lupa waktu dan malas mengerjakan tugasnya atau mungkin bahkan bisa lupa dengan tugas sekolahnya. Ketika anak-anak terlalu asyik bermain game dan menghabiskan waktu yang cukup lama, otak mereka bisa merasa lelah. Akibatnya, saat belajar di sekolah, mereka sulit konsentrasi. Dijumpai juga anak yang jadi mudah marah dan malas belajar karena pikirannya selalu tertuju pada game. Jika terjadi secara terus menerus, maka nilai ulangan atau rapor mereka bisa menurun. Aktivitas bermain game yang seharusnya menjadi hiburan ringan justru malah mengganggu tanggung jawab utama anak sebagai pelajar. 

     Pengaruh itu juga dapat mengganggu anak dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seorang anak SD yang awalnya hanya bermain 30 menit setelah pulang sekolah. Namun lama-lama ia mulai bermain 2-3 jam sehari karena alasan mereka ingin menyelesaikan  misi di game. Saat orang tua menyuruh anak untuk belajar atau mandi, anak menjadi kesal, menolak, dan marah, karna dia merasa belum puas dengan bermain game nya. Bahkan saat di Sekolah anak terus memikirkan game dan tidak memperhatikan guru. Hal ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani. Walau game sering dianggap negatif tapi tidak selalu buruk jika game digunakan dengan baik, Karna bisa memberikan manfaat dan perkembangan kognitif, sosial, emosional anak, melatih keterampilan, bisa mengenalkan teknologi sejak dini dan mengembangkan kerja sama da sosialisasi. Itu semua jika tidak dimanfaatakn dengan baik akan mendatangkan dampak buruk .

       Slameto (2010) menjelaskan bahwa perhatian yang terganggu oleh faktor luar, seperti suara atau aktivitas lain (termasuk game), dapat menyebabkan proses belajar tidak efektif. Dalam dunia belajar, konsentrasi sangat dibutuhkan dan penting agar anak-anak bisa memahami materi, mendengarkan guru, dan menyelesaikan tugas dengan baik, dengan begitu pasti pembelajaran dapat lebih efektif. Namun, untuk mendukung anak-anak agar bisa mengurangi game nya dan mendukung pembelajaran anak, maka harus ada dukungan dari orang tua dan guru. Butuh dukungan dan bantuan dari mereka karena, Anak usia SD belum bisa untuk mengatur waktu sendiri, mengendalikan diri, atau membedakan mana yang baik dan buruk secara penuh. Mereka cenderung memilih hal-hal yang menyenangkan dan menghindari hal yang membosankan seperti lebih memilih main game dari  pada belajar. Dan anak-anak cenderung meniru orang dewasa jadi kita sebagai orang dewasa supaya bisa memberikan contoh yang baik kepada anak-anak, contohnya dalam hal penggunaan teknologi yang bijak. Dukungan berarti memberi contohnya, bukan hanya memberi larangan. Seperti, orang tua yang ada dirumah membuat jadwal dirumah berapa waktu yang boleh dihabiskan anak untuk bermain game dan pastikan anak memainkan game yang sesuai dengan umurnya, dan jika anak melanggar supaya diberi hukuman, tujuannya agar anak tidak menyepelekan peraturan yang telah dibuat oleh orang tua. Orang tua supaya memberikan contoh dirumah juga ketika sedang melarang anak di waktu waktu tertentu orang tua juga supaya tidak memainkan handphonenya di waktu yang tertentu itu, karna anak-anak akan protes dengan orang tua “ayah boleh main hp, kenapa aku tidak boleh?”. Untuk itu supaya satu keluarga bisa ikut bekerja sama. Dan peran guru di Sekolah juga penting dengan diberikan kegiatan belajar yang menarik agar anak-anak bisa melupakan gamenya dan lebih fokus dengan belajarnya. Dan guru bisa bantu mengamati  apakah ada perubahan baik dari anak tersebut. 

    Game online dapat memnerikan dampak positif maupun negatif bagi anak Sekolah Dasar. Jika dimainkan secara bijak, game bisa melatih logika, konsentrasi, kerja sama dan keterampilan teknologi. Namun, jika dimainkan berlebihan tanpa pengawasan , game dapat menggangu konsentrasi belajar dan menurunkan prestasi siswa. Oleh karna itu, peran krang tua dan guru sangat penting untuk membimbing anak agar mampu mengatur waktu dengan baik dan bertanggung jawab dalam menggunakan tekonologi. 

     


 


×
Berita Terbaru Update