-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Motivasi Belajar dan Gaya Belajar Siswa

Minggu, 06 Juli 2025 | Juli 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-07T00:13:23Z

 Motivasi Belajar dan Gaya Belajar Siswa

Penulis: Mutia Widyaningrum




Belajar adalah proses, sehingga pembelajaran terjadi secara terus menerus. Motivasi belajar dan gaya belajar memiliki hubungan yang kuat dalam membentuk anak dalam proses belajar dan mencapai hasil belajar yang baik. Dua faktor ini sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. Motivasi sebagai pendorong dan gaya belajar sebagai cara individu untuk mencerna, dan menyerap informasi. 

Motivasi adalah suatu faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa. Anak-anak akan mendapat hasil yang optimal jika anak tersebut memiliki keinginan yang tinggi dan motivasi untuk belajar. Zaman sekarang dapat dilihat motivasi belajar anak-anak sangat kurang, mereka cenderung banyak menghabiskan waktu dengan handphone, terutama game, scrolling tiktok ataupun bermain medsos lainnya. Kegiatan ini dapat mempengaruhi performa belajar dan mempengaruhi nilai anak. Motivasi berperan penting dalam kehidupan anak-anak untuk menghadapi tantangan. Ketika anak-anak mengalami kesulitan dalam belajar maka motivasi belajarlah yang mendorong anak tersebut untuk tetap belajar dan terus mencoba, mereka dapat belajar dari pengalaman yang mereka dapat. Motivasi belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa hal misalnya anak-anak tidak memiliki cita-cita, adanya sifat malas dalam belajar, faktor pergaulan, kebiasaan, dan faktor lainnya.  

Untuk mengatasi hal tersebut, penting bagi guru sebagai seorang pendidik dan orang tua dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memberikan umpan balik yang positif, dan membantu serta mengarahkan siswa menetapkan tujuan belajarnya. Motivasi belajar tidak hanya penting di sekolah, tetapi motivasi menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan. Motivasi belajar sangat penting dalam merubah sikap dan perilaku anak. Anak yang memiliki motivasi belajar cenderung rajin, gigih, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Sementara pada anak yang bermotivasi rendah, mereka akan cenderung pasif dan mudah menyerah terhadap keaadan.

Untuk meningkatkan motivasi belajar, guru dan orang tua harus membantu anak menemukan makna dari apa yang mereka lakukan. Ketika belajar, anak harus memahami makna kita belajar untuk apa, apakah bermanfaat bagi kehidupan, bukan sekedar belajar dengan membaca buku saja. Di sekolah guru dapat memberikan pujian dan penghargaan atas pencapaiannya, stemple bintang pada anak-anak usia SD atau memberi hadiah berupa makanan ringan pada anak usia SMP & SMA. Orang tua dapat memberi pujian & penghargaan atas pencapaian anak, memberikan perhatian lebih kepada anak. Membiasakan anak untuk belajar, menghargai usaha sekecil apapun, memberikan kepercayaan diri sehingga anak tumbuh menjadi anak yang haus akan pengetahuan. Pendidikan karakter seperti rasa tanggung jawab, disiplin, rasa ingin tahu yang tinggi harus ditanamkan pada anak sehingga motivasi belajar tidak bersifat sementara tapi menjadi bagian dari kepribadian anak. 

Setiap anak memiliki cara atau karakteristik unik dalam menerima, menyerap dan mengolah informasi pada saat belajar. Cara atau karakteristik ini dalam dunia pendidikan disebut dengan gaya belajar. Gaya belajar adalah cara setiap individu dalam menerima, mengolah, menyimpan dan mengingat suatu informasi. Manfaat mengetahui jenis gaya belajar yaitu dapat membantu anak dalam memilih strategi belajar yang efektif dan menyenangkan. Dengan demikian, pembelajaran tidak menjadi beban bagi anak, namun menjadi kegiatan yang menyenangkan. 

Jenis gaya belajar ada tiga yaitu gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Anak-anak dengan gaya belajar visual menggunakan penglihatannya untuk menyerap informasi dari pembelajaran. Anak cenderung akan melihat gerakan bibir guru yang sedang mengajar, saat diperintahkan untuk melakukan sesuatu, anak akan melihat temannya lalu dia akan bertindak dengan sendirinya. Anak dengan gaya belajar visual lebih menyukai peragaan daripada penjelasan guru secara lisan, suka membuat catatan warna warni dan lebih mudah memaham informasi melalui gambar. Kemudia gaya belajar yang kedua yaitu gaya belajar auditori, gaya belajar ini mengandalkan pada pendengaran yang individu miliki untuk memahami dan mengingat informasi yang diberikan. Anak dengan gaya belajar auditori memiliki daya ingat yang baik, sering mengulang materi dengan berbicara atau mendengarkan ulang, dan cenderung banyak bicara. Sedangkan gaya belajar kinestetik individu harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi agar anak dapat memahaminya. Anak-anak dengan gaya belajar kinestetik cederung sulit berdiam diri, aktif di kelas, dan menyukai praktik.

Anak dengan gaya belajar visual dapat didukung dengan gambar dan infromasi yang bisa dilihat oleh anak, memberi buku yang memiliki banyak ilustrasi, dan menggunakan warna. Pada gaya belajar auditori, ajak anak untuk berdialog dan berikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya, aktif dalam berdiskusi dan materi yang diimplementasikan menggunakan musik. Anak dengan gaya belajar kinestetik dapat didukung dengan adanya objek yang mendukung informasi dab biarkan anak-anak menggerakan satu atau lebih bagian tubuhnya. 

Dengan memahami dan merapkan gaya belajar yang tepat, anak-anak dapat meningkatkan motivasi belajar, kemandirian, kreatif, inovatif. Guru yang mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan gaya belajar siswa akan menciptakan suasana kelas yang aktif dan partisipatif. Guru berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar siswa. Guru tidak hanya menyampaikan suatu materi, tetapi juga membimbing siswa agar menemukan cara belajar yang efektif untuk diri mereka sendiri. Guru harus bersikap terbuka, sabar, dan kreatif. Begitu juga dengan anak-anak yang sadar dengan gaya belajar mereka, mampu mengambil strategi yang sesuai dengan proses belajar secara mandiri dan bertanggung jawab. Orang tua mendukung dengan menyediakan suasana belajar yang kondusif, nyaman dan jadwal belajar yang teratur. Pada dasarnya perkembangan setiap anak itu berbeda-beda dan membutuhkan proses. Guru dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak dan mengawasinya. Dengan demikian anak dapat berkembang secara optimal dan menjadi anak yang tangguh di masa depan.


×
Berita Terbaru Update