-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Peran Orang Tua dalam Mendukung Kurikulum Merdeka di Tingkat Sekolah Dasar

Senin, 07 Juli 2025 | Juli 07, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-07T10:21:54Z

 

Peran Orang Tua dalam Mendukung Kurikulum Merdeka di Tingkat Sekolah Dasar

Oleh : Nina Ayu Nurhidayah

PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa




Pendahuluan 

Pengenalan Kurikulum Merdeka membawa perubahan signifikan dalam pendidikan Indonesia mulai tahun ajaran 2022–2023. Kurikulum ini menekankan tiga elemen penting dalam kesiapan pendidikan, yaitu peserta didik, keluarga, dan sekolah. Guru berperan sebagai fasilitator, dan keberhasilan implementasi kurikulum sangat bergantung pada kemitraan antara sekolah dan orang tua.

Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan kepada pendidik dan lembaga untuk menyesuaikan pembelajaran, dengan tujuan mencetak profil Pelajar Pancasila. Dalam pelaksanaannya, peran guru tetap penting sebagai pengarah, namun kolaborasi dengan orang tua sangat diperlukan, terutama dalam mendukung proyek-proyek siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap bahwa pendidikan sepenuhnya tanggung jawab guru. Padahal, Kurikulum Merdeka menuntut keterlibatan aktif orang tua dalam berbagai aspek kegiatan sekolah, termasuk dalam memberikan makanan sehat, bimbingan, serta komunikasi dengan guru.


Kurikulum Merdeka: Apa Itu dan Mengapa Dibutuhkan?

Kurikulum Merdeka dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan zaman: menekankan pada pembelajaran berbasis proyek, penguatan karakter, serta fleksibilitas dalam pengajaran. Kurikulum ini memberikan ruang lebih bagi siswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemandirian.

Namun keberhasilannya sangat bergantung pada tiga elemen utama: peserta didik, sekolah, dan keluarga. Tanpa dukungan orang tua, proses pendidikan yang merdeka dan holistik akan sulit terwujud.


Konsep Kurikulum Merdeka Belajar

Kurikulum Merdeka menekankan pada fleksibilitas, pembelajaran berbasis proyek, dan penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Dalam pelaksanaannya, siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk menggali minat dan bakat, sementara guru bertindak sebagai fasilitator yang mendukung pembelajaran bermakna.

Pemerintah menyediakan tiga jalur penerapan: Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. Kurikulum ini diharapkan mampu mengatasi krisis literasi dan numerasi yang terungkap dalam laporan PISA, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.


Dukungan Nyata dari Orang Tua

Orang tua memberikan berbagai bentuk dukungan nyata dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Mereka menyediakan sarana belajar di rumah, memberikan bimbingan belajar tambahan, serta mendampingi anak dalam menyelesaikan proyek dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Sebagian besar orang tua juga telah memahami prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, terutama pentingnya pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan kemandirian siswa. Pemahaman ini umumnya diperoleh melalui sosialisasi dan pelatihan yang diberikan oleh pihak sekolah.

Dukungan aktif yang diberikan orang tua terbukti mampu meningkatkan semangat belajar siswa, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis anak. Dampak positif ini juga terlihat pada peningkatan prestasi akademik siswa secara keseluruhan. Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh orang tua, seperti keterbatasan waktu karena tuntutan pekerjaan, kurangnya pemahaman mendalam terhadap metode Kurikulum Merdeka, serta keterbatasan fasilitas dan sumber daya belajar di rumah. Hambatan-hambatan ini perlu menjadi perhatian bersama agar peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak semakin optimal.


Mewujudkan Sinergi Sekolah dan Keluarga

Keterlibatan orang tua dalam implementasi Kurikulum Merdeka sangat penting, tidak hanya dari sisi materiil, tetapi juga dalam aspek emosional dan akademik anak. Oleh karena itu, sekolah diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih intensif dengan orang tua serta menyediakan pelatihan yang relevan agar mereka semakin memahami peran strategisnya dalam mendukung proses pembelajaran. Hambatan seperti keterbatasan waktu dan pemahaman orang tua terhadap kurikulum perlu diatasi dengan strategi yang fleksibel dari pihak sekolah. Strategi tersebut dapat berupa penyediaan layanan konseling keluarga, pembentukan kelompok belajar khusus bagi orang tua, serta pemberian akses terhadap fasilitas belajar tambahan di sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar anak di luar jam pelajaran.


Kesimpulan 

Peran orang tua sangat penting dalam mendukung Kurikulum Merdeka karena mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Namun, untuk mencapai hasil optimal, dibutuhkan kerja sama yang erat antara sekolah dan orang tua. Sekolah disarankan rutin mengadakan sosialisasi, menjaga komunikasi aktif, menyediakan fasilitas belajar tambahan, melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah, serta memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.


Daftar Referensi

Kurniati, N., Halidjah, S., Priyadi, T, A. (2023). Peran Orang Tua dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri 17 Kabupaten Sintang. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(3), 112-117. https://core.ac.uk/download/pdf/593395824.pdf 

Nurwidyayanti, Irwandi, A., Rahim, A., dkk. (2024). Peran Orang Tua dalam Mendukung Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(7), 6537-6542. https://www.jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/5226 






×
Berita Terbaru Update