PERAN PSIKOLOGI DALAM PROSES BELAJAR DAN MENGAJAR
Khasipatul ilham
Abstrak
Psikologi memainkan peran penting dalam dunia pendidikan, yaitu dalam memajukan kualitas pendidikan agar menjadi lebih baik lagi dan sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu menghantarkan peserta didik pada perubahan kearah yang lebih baik, baik dalam tingkah laku dan baik dalam pengetahuan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran psikologi dalam meningkatkan pembelajaran siswa. Hasil yang didapatkan peneliti, terdapat 5 peran psikologi dalam meingkatkan pembelajaran siswa antara lain: 1) psikologi membantu pendidik memahami perbedaan individu, seperti gaya belajar dan kemampuan kognitif, 2) memberikan wawasan tentang motivasi siswa, yang nantinya akan digunakan sebagai pendorong anak didik untuk belajar, 3) membantu pengembangan keterampilan belajar siswa, seperti keterampilan studi, pemecahan masalah, dan keterampilan kognitif, 4) membantu siswa untuk mengelola emosinya, dan juga 5) berperan penting dalam pengembangan pengukuran dan evaluasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan, dimana hasil yang diperoleh akan dijabarkan secara deskripsi dan ilustrasi. Dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa guru dalam menjalankan perannya sebagai pendidik bagi peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya, terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Dengan memahami karekteristik siswa maka guru akan menjadi bijak dalam menyiapkan media pembelajaran, proses belajar mengajar itu sendiri, bahkan dalam memberikan penialaian.
PENDAHULUAN
Psikologi pendidikan merupakan cabang dari psikologi yang menerapkan berbagai pandangan dalam psikologi, prinsipprinsip dan teknik-teknik psikologi dalam melakukan kegiatan pendidikan. Oleh sebab itu psikologi pendidikan menekannkan penelitiannya pada aspek-aspek peserta didik sebagai manusia yang belajar, orang tua dan guru sebagai pihak-pihak yang membantu peserta didik dalam mencapai keberhasilan dalam belajar. Fokus psikologi pendidikan mencakup pencaaian hasil belajar, kesehatan mental peserta didik, dan penyesuaian sosial peserta didik. Berkaitan dengan hal tersebut maka secara khusus psikologi pendidikan menerapkan prinsip-prinsip dan teknikteknik yang dikembangkan dalam psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi kognitif, psikologi manusia, behavioristik, psikologi gestalt, dan psikologi konseling.
Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar”. Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan proses belajar dan pembelajaran. Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan berkaitan dengan pengkajian atau studi tentang proses belajar manusia yang terjadi di dalam lingkungan pendidikan, yang mencakup efektivitas intervensi pendidikan, psikologi pembelajaran, dan psikologi persekolahan yang mengkaji bagaimana mengatur dan menata organisasi persekolahan dalam suatu sistem pendidikan. Di samping itu psikologi pendidikan juga mengkaji perkembangan siswa dan proses belajar yang terjadi seiring dengan tingkat perkembangan yang dialaminya, serta kelompok-kelompok siswa yang termasuk siswa berkebutuhan khusus, seperti siswa berkesulitan belajar, siswa terbelakang mental, siswa yang mengalami kelainan fisik, siswa yang mengalami kelainan perilaku, siswa yang mengalami tuna wicara, serta siswa yang beresiko untuk mengalami pendidikan khusus.
Psikologi pendidikan merupakan ilmu yang bersifat interdisiplin karena psikologi itu sendiri menerapkan teori-teori dari berbagai ilmu lain, seperti ilmu biologi, ilmu syaraf, ilmu bahasa dan lain-lain. Untuk memahami karakteristik pembelajar dari berbagai periode perkembangan, seperti anak usia dini, anak sekolah dasar, remaja dan pembelajar dewasa, maka psikologi pendidikan menerapkan teori-teori perkembangan manusia yang mencakup perkembangan kognitif, perkembangan psikososial, perkembangan fisik dan motorik,perkembangan bahasa dan komunikasi, yang lebih muda untuk dipahami apabila diterapkan.
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis deskrifsi, pada metode ini data-data atau informasi yang didapatkan berkaitan dengan pembahasan akan disajikan dalam bentuk deskrifsi dan ilustrasi bukan dengan data yang berupa angka. Dalam buku Metode Penelitian Kualitatif yang ditulis oleh Zuchri Abdussamad dijelaskan bahwa ciri-ciri dari metode penelitian ini yaitu, 1) tatanan alami merupakan sumber data yang bersifat langsung, 2) manusia sebagai alat instrumen, 3) bersifat deskriptif, penelitian tersebut bersifat mendeskripsikan makna data atau fenomena yang didapat oleh peneliti dengan menunjukkan bukti-bukti, 4) penelitian kualitatif mementingkan proses, bukan hasil atau produk, 6) analisis data bersifat induktif, melibatkan peneliti dalam proses pengumpulan berbagai bukti melalui observasi langsung terhadap fenomena di lapangan. Dari hasil observasi tesebut kemudian dirumuskan teori berdasarkan temuan yang diperoleh.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui cara penelitian kepustakaan (library research), yang dimana data-data yang peneliti dapatkan bersumber dari jurnal, artikel hingga e-book yang relevan dengen penelitian ini yang diakses secara online. Pengumpulan data dilakukan secara tidak langsung pada objek yang bersangkutan akan tetapi mengkajinya melalui penelitian-penelitian terdahulu ataupun dari buku-buku. Kemudian data-data yang relevan dengan judul penelitian tersebut dikumpulkan kemudian dikaji secara kritis dan mendalam setelah itu disusun menjadi suatu pembahasan yang utuh berupa deskripsi dan ilustrasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Secara etimologi psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu psyche yang berarti jiwa dan logia yang berarti ilmu, jadi secara etimologi psikologi dapat diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang jiwa(Maulina et al. n.d.). Beberapa ahli ada yang kurang setuju bahwa psikologi itu ilmu yang benar-benar sama dengan ilmu jiwa, ilmu jiwa memiliki arti yang lebih luas dibandingkan dengan istilah psychology, istilah ilmu jiwa menunjukkan ilmu jiwa pada umumnya yang mencakup segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, tetapi juga segala jalan dan spekulasi mengenai jiwa itu. Sedangkan psychology mengacu pada studi ilmiah tentang jiwa menurut standar ilmiah modern yang diakui oleh para ahli psikologi.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa meskipun ilmu jiwa tidak selalu sama dengan psikologi, namun psikologi tetap merupakan bagian dari ilmu jiwa. Sedangkan dalam bahasa inggris psikologi disebut psychology yaitu “the scientific study of the way the human mind works and how it influences behaviour, or the influence of a particular person’s character on their behaviour” yang didefinisikan oleh The Cambridge English Dictionary (Anwar et al. 2022). Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa psikologi dalam bahasa inggris merupakan studi ilmiah tentang cara kerja pikiran manusia dan bagaimana pikiran tersebut mempengaruhi perilaku sesorang. Selain itu, psikologi juga mempelajari pengaruh karakter seseorang terhadap perilakunya. Dengan kata lain, psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari proses mental, perilaku, dan karkter manusia serta bagaimana hal-hal tersebut saling berinteraksi.
Dalam studi psikologi, pemahaman tentang kedua jenis tingkah laku tersebut penting untuk menggali lebih dalam tentang motivasi, emosi, dan juga pola perilaku seseorang. Pengetahuan dalam hal tersebut juga sangat diperlukan dalam sebuah pendidikan untuk memecahkan masalah-masalah belajar peserta didik yang memiliki berbagai macam karakter atau keadaan psikologi. Dalam ilmu psikologi terdapat bagian khusus yang membahas tentang pendidikan yaitu psikologi pendidikan, psikologi pendidikan terkhusus untuk mempelajari proses belajar dan mengajar dalam konteks pendidikan. Tujuan utama psikologi pendidikan ialah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapkan prinsip-prinsip psikologis dalam proses pembelajaran dan pengajaran.
Salah satu keterampilan yang seharusnya dimiliki oleh guru sebagai salah satu pelaksana pendidikan yakni sebagai pendidik ialah mampu untuk dapat menjalankan tugas profesionalnya diantaranya yaitu memahami bagaimana peserta didik belajar dan bagaimana cara mengatur proses pembelajaran sehingga dapat mengembangkan keterampilan dan juga membentuk kerakter peserta didik. Dalam undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, menyebutkan tentang pengertian pembelajaran tepatnya di pasal 1 butir 20 yang berbunyi “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Dalam buku Hakikat Belajar dan Pembelajaran disebutkan, bahwa pembelajaran sebagai suatu konsep pedagogik yang secara teknik dapat dijelaskan sebagai usaha yang terstruktur dan terorganisir untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, sehingga dapat menghasilkan proses pembelajaran yang mengarah pada pengembangan potensi setiap individu sebagai peserta didik.
Namun dalam pembelajaran tersebut tentunya pemahaman peserta didik tidak sama sehingga diperoleh kesulitan belajar dari setiap peserta didik. Maka dari itu guru perlu mengetahui apa saja penyebab dan juga solusi atas masalah kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik secara individu. Banyak sekali faktor-faktor adanya kesulitan belajar pada siswa, dalam ilmu psikologi pendidikan disebutkan salah satu faktor yang menjadi kesulitan belajar peserta didik yang disebutkan dalam buku Psikologi Pendidikan (konsep dasar, teori, dan implikasinya dalam pembelajaran) karya Khusnul Wardan yang dikutip dari pendapatnya Muhibbin Syah, faktor-faktor tersebut meliputi gangguan atau ketidakmampuan psiko-fisik siswa, seperti rendahnya kapasitas intelegensi siswa, labilnya emosi dan sikap, serta terganggunya indra pendengaran dan penglihatan siswa. Dan masih banyak lagi faktor yang menjadi kesulitan belajar siswa sehingga dengan hal itu guru perlu memahami bagaimana kondisi mereka dan apa yang menjadi faktor adanya kesulitan belajar pada anak didiknya. Kesulitan-kesulitan belajar tersebut mengakibatkan proses pembelajaran menjadi tidak efektif. Untuk mengurangi adanya ketidakefektifan dalam pembelajaran, maka pendidik perlu mengimplementasikan ilmu psikologi dalam dunia pendidikan. Sebagaimana yang telah penulis jelaskan diatas bahwa ilmu psikologi merupakan ilmu yang mengkaji tentang tingkah laku individu. Berikut ialah peran psikologi dalam meningkatkan pembelajaran siswa sehingga dapat juga memahami dan mengurangi kesulitan belajar pada siswa.
KESIMPULAN
Beberapa ahli ada yang kurang setuju bahwa psikologi itu ilmu yang benar-benar sama dengan ilmu jiwa, ilmu jiwa memiliki arti yang lebih luas dibandingkan dengan istilah psychology, istilah ilmu jiwa menunjukkan ilmu jiwa pada umumnya yang mencakup segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, tetapi juga segala jalan dan spekulasi mengenai jiwa itu. Sedangkan psychology mengacu pada studi ilmiah tentang jiwa menurut standar ilmiah modern yang diakui oleh para ahli psikologi.
psikologi dalam bahasa inggris merupakan studi ilmiah tentang cara kerja pikiran manusia dan bagaimana pikiran tersebut mempengaruhi perilaku sesorang. Selain itu, psikologi juga mempelajari pengaruh karakter seseorang terhadap perilakunya. Dengan kata lain, psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari proses mental, perilaku, dan karkter manusia serta bagaimana hal-hal tersebut saling berinteraksi.
Dalam undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, menyebutkan tentang pengertian pembelajaran tepatnya di pasal 1 butir 20 yang berbunyi “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.