“PENDIDIKAN DI WILAYAH TERPENCIL DAN KETIDAKMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA”
Agis Lani¹, Trio Ardian, M.Pd²
¹²Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Jl. Batikan UH III/1043 Yogyakarta – 55167, Indonesia
Email penulis: agislani1708@gmail.com
Pendahuluan
Pendidikan memegang peranan penting dalam dalam siklus kehidupan manusia.dan Pendidikan Adalah suatu tahapan dalam membentuk sikap,perilaku, dan tingkah laku manusia agar dapat memiliki kemampuan,keterampilan,pengetahuan,kecerdasan,dan spiritual yang dapat berguna bagi diri sendiri dan juga orang lain. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ilmu keagamaan,pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampulan yang di perlukan dirinya,Masyarakat,bangsa dan negara.
Pendidikan juga memiliki peranan dalam pengembangan sumber daya manusia. Di Tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, Pendidikan di Indonesia mengalami perubahan yang sangat besar. Hal ini terlihat dari adanya tranformasi dari dalam aspek sosial budaya,dinamika,politik,kesenjangan ekonomi,dan pergeseran nilai nilai kemanusiaaan. Salah satu foktor yang menjadi ketimpangan yaitu belum meratanya akses Pendidikan di Indonesia. Banyak di daerah Indonesia,khususnya di daerah terpencil dan tertingggal yang belum menikmati Pendidikan serata dengan daerah-daerah lain. Karena itu apabila Pendidikan disebarluaskan secara merata maka akan mempermudahkan warga negara dalam membuka peluang untuk mengembangkan potensinya dan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara. Dalam menghadapi tantangan tersebut, peningkatan kesetaraan Pendidikan menjadi Solusi dalam mewujudkan akses Pendidikan yang merata di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah terpencil dan tertinggal.
Tujuan negara yang diuraikan dalam pembukaan Undang-Undang dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa berkaitan dengan tujuan negara ini maka negara bertanggung jawab atas setiap warga negara nya agar mendapatkan Pendidikan yang memadai dan mempersiapakan sumber daya Indonesia yang siap mengabdi bagi negara dan bangsa. Dan bangsa Indonesia juga harus siap menghadapi tuntutan zaman dan tantangan globalisasi yang ada yang tidak hanya berupa kekuatan ekonomi namun juga pengetahuan,proses Pendidikan dan keterampilan yang cukup memadai harusnya dimiliki semua generasi muda Indonesia. Dengan Upaya meningkatkan kesetaraan Pendidikan di Indonesia.
Metode
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu menggunakan metode studi literatur mengenai kesetaraan akses Pendidikan di daearah terpencil.dengan mengkaji referensi secara kualitatif dan berfokus membahas mengenai tema yang di gagas oleh penulis melalui berbagai sumber bacaan dan referensi berupa buku,jurnal maupun artikel ilmiah yang relavan dari hasil penelitian dengan materi serupa
Hasil dan Pembahasan
Hasil kajian dari berbagai sumber menunjukan bahwa pemerataan Pendidikan di wilayah terpencil Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang saling terkait.secara umum, ketimpangan Pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masing sangat mencolok,baik dari segi akses,kualitas guru,fasilitas pembelajaran,maupun dukungan teknologi
Berikut faktor faktor yang mempengaruhi ketidakmerataan Pendidikan di Indonesia :
Akses pendidikan yang terbatas
Kendala utama nya adalah keterbatatasan akses pendidikan di wilayah terpencil.Infrastruktur fisik seperti jalan yang rusak atau bahkan tidak ada akses tranformasi yang mempersulit anak-anak untuk bersekolah secara teratur karena tidak bisa menjangkau sekolah. Hal ini juga dikarenakan minimnya jumlah sekolah yang berada dekat dengan permukiman penduduk akibatnya angka partisipasi sekolah (APS) di wilayah 3T masih lebih rendah jika di bandingkan dengan wilayah perkotaan kondisi ini menyebabkan ketidaksinabungan proses belajar dan mengajar dan menyebabkan tingginya angka putus sekolah di wilayah terpencil.
Kekurangan tenaga pendidik
Kulitas tenaga pendidik di daerah terpencil juga menjadi perhatian utama. Banyak sekolah di wilayah terpencil yang kekurangan tenaga kerja guru tetap,bahkan ada yang hanya memiliki satu atau dua guru untuk mengajar semua pelajaran,kualitas guru sangat berpengaruh karena minimnya pelatihan dan dukungan profesional. Guru yang di tempatkan di wilayah terpencil juga kerap menghadapi tantangan yang berat, seperti keterbatasan fasilitas hidup sehingga motivasi untuk bertahan lama di daerah tersebut menjadi rendah. Fenomena ini dikenal sebagai sikap metrosentrik, dimana guru lebih memilih bertugas di perkotaan yang memiliki fasilitas dan kenyamanan lebih baik.
Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan
Sekolah di daerah ini banyak yang masih kekurangan ruang kelas yang layak, buku pelajaran, alat peraga, serta fasilitas lainnya. Kurang nya sarana ini proses belajar jadi kurang efektif dan kurang menarik bagi siswa.disisi lain, ketidaktersedian listrik dan jaringan internet juga menjadi hambatan besar dalam pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai media pembelajaran alternatif.
Aspek ekonomi komunitas
Keadaan ekonomi keluarga sangat mempengaruhi akses pendidikan anak.masyarakat dengan ekonomi yang kurang sering menghadapi tantangan seperti ketidakmampuan untuk membeli alat sekolah anak juga perlu berkontribusi untuk mendukung keuangan keluarga putus sekolah akibat biaya juga sering kali menjadi faktor utama kemiskinan membuat pendidikan tidak menjadi fokus utama bagi beberapa keluarga di wilayah perdesaan dan terpencil
Aspek sosial dan budaya
Faktor sosial dan budaya juga berpengaruh pada distribusi pendidikan.di beberapa wilayah,masih ada persepsi bahwa pendidikan tidak begitu penting dan masih banyak pandangan bahwa anak perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi pandangan itu mengakibatkan rendahnya keterlibatan di sekolah khususnya pada tingkat pendidikan menengah dan tinggi.
Dampak ketimpangan Pendidikan
Ketidaksetaraan Pendidikan di Indonesia memeliki dampak yang luas ,baik bagi individu maupun bagi Masyarakat secara keseluhan.beberapa dampak dari ketimpangan Pendidikan di Indonesia antar lain:
Kemiskinan
Ketidaksetaraan pendidikan dapat membuat lingkaran kemiskinan. Individu yang kurang akses dan kesempatan pendidikan yang layak akan cenderung memiliki peluang ekonomi yang terbatas.Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan pendapatan yang semakin besar antara mereka yang berpendidikan tinggi dan rendah,serta memperburuk kemiskinan generasi berikutnya
Kesenjangan sosial
Ketimpangan pendidikan juga dapat memperburuk kesenjangan sosial antar kelompok dalam masyarakat individu atau kelompok dengan akses terbatas terhadap pendidikan sering kali tidak mendapat kesempatan yang sama untuk memperbaiki kondisi sosial ekonominya hal ini akan menciptakan kesenjangan yang lebih dalam dan ketidak stabilan dalam masyarakat
Kurangnya inovasi dan pembangunan serta daya saing yang rendah
Ketimpangan pendidikan berdampak negatif terhadap inovasi dan pembanginan suatu negara. Ketika potensi manusia kurang di manfaatkan karena kurang nya pendidikan,negara akan kehilangan keunggulan kompetitif dan potensi untuk membawa perubahan positf. Hal ini juga mempengaruhi daya saing suatu negara secara global. Kesenjangan pendidikan yang besar akan mempersulit dalam mencapai inovasi,pengembangan industri,dan pertumbuhan ekonomi
Tingginya tingkat pengangguran
Ketidaksetaraan dalam pendidikan juga berdampak pada tingkat penganguran yang tinggi di kalangan penduduk yang hanya memiliki pendidikan rendah.mereka cenderung memiliki keterampilan yang kurang sesuai dengan tuntutan pasar kerja yang semakin komplek. Akibatnya mereka kesulitan mendapatakan pekerjaan yang layak berpenghasilan tinggi
Rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Ketimpangan juga mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Pendidikan yang rendah akan berdampak pada keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan dari individu. Hal ini akan membuat mereka yang kurang mampu bersaing dalam skala global.
Tertinggalnya pembangunan daerah. Daerah dengan akses terhadap pendidikan yang terbatas seringkali mengalami proses pembangunan yang lambat. Kurangnya investasi pada pendidikan di daerah tersebut dapat meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan antar wilayah yang lebih besar
Upaya dalam pemerataan Pendidikan di daerah terpencil
Untuk mengatasi berbagai dampak negatif dari ketimpangan Pendidikan tersebut,maka di perlukan adanya Langkah atau cara yang dilakukan untuk melibatkan semua elemen Masyarakat,mulai dari pemerintah,Lembaga Pendidikan,dan komunitas lokal
Peran yang dapat di lakukan untuk mengatasi ketimpangan akses Pendidikan untuk mencapai dan meningkatkan kesetaraan akses Pendidikan di Indonesia yaitu dengan cara:
Melakukan pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan, dengan menyelenggarakan pelatihan keterampilan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup,maka akan membantu masyarakat yang kurang beruntung untuk memiliki kemampuan yang di butuhkan di pasar atau untuk memulai usaha mandiri
Kolaborasi dengan lembaga dan pemerintah daerah,dengan melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah atau lembaga terkait untuk mengidentifikasi wilayah yang mengalami ketidakmerataan akses pendidikan dan merancang program program yang tepat untuk memperbaiki situasi tersebut.
Penguatan kapasitas pendidik,menyediakan pelatihan pendidik di daerah terpencil agar mereka dapat mengajar dengan lebih efektif dan mendukung pendidikan yang berkualitas
Memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan,meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya akses pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak mereka dan generasi selanjutnya
Menghubungkan pemerintah dengan masyrakat, sebagai tenaga PNF membantu masyarakat dengan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang layak dengan menyampaikan aspirasi msyarakat kepada pemerintah untuk memperjuangkan peningkatan fasilitas pendidikan atau akses yang lebih baik dan adil bagi masyarakat yang terpinggirkan.
Kesimpulan
Ketidakmerataan akses pendidikan di indonesia,terutama di wilayah terpencil telah berdampak luas pada keterbelakangan ekonomi dan ketimpanagan sosial. Faktor-faktor seperti hambatan fisik,keterbatasan fasilitas,kualitas kurikulum yang tidak merata,dan kesenjangan teknologi yang memperburuk kondisi tersebut.untuk mengatasi tantangan ini,diperlukan kolaborasi pemerintah,lembaga pendidikan dan masyarakat lokal.upaya seperti pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan,penguatan kapasitas pendidik,serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan adalah langkah konkret yang dapat di ambil. Dengan sinergi antara berbagai pihak,diterapkan bahwa ketimpangan pendidikan di indonesia dapat berkurang, dan akses terhadap pendidikan berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,termasuk di daerah terpencil
Daftar Pustaka
Septiana, Yudha Maya, Solfema Solfema, and Lili Dasa Putri. "Upaya dalam Pemerataan Pendidikan di Daerah Terpencil." Jurnal Kajian Dan Penelitian Umum 2.6 (2024): 162-169.
Patandung, Yosef, and Selvi Panggua. "Analisis masalah-masalah pendidikan dan tantangan pendidikan nasional." Jurnal Sinestesia 12.2 (2022): 794-805.
Halida, Laura. "KETIMPANGAN PENDIDIKAN DI WILAYAH TERKECIL: Tantangan Pemerintah dalam Pemerataan Akses dan Kualitas Pendidikan di Indonesia Tantangan dan pembelajaran sains."
Yuan, Donabella Juventia1 Shafaa Alaadini. "Ketimpangan Sosial Dalam Bidang Pendidikan dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat."