Abstrak
Perkembangan teknologi di era digital saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan karakter pada anak-anak khususnya pada peserta didik sekolah dasar. Dimana teknologi yang ada saat ini menjadi pengaruh bagi generasi muda, karena perkembangan teknologi membuat anak memiliki karakter yang buruk dan menyebabkan anak menjadi kecanduan oleh teknologi yang ada, seperti handphone yang dapat mengganggu anak dalam belajar. Dimana di era digital saat ini, banyak orang tua yang memberikan handphone untuk membuat anaknya menjadi pendiam padahal kalau hal itu memberikan dampak yang buruk bagi anak. Maka dari itu, pendidikan karakter pada anak sangat diperlukan unutk membentuk generasi bangsa yang berkualitas dengan menumbuhkan sikap tanggungjawab dalam penggunaan teknologi di era digital ini.
Kata Kunci: pendidikan karakter , sekolah dasar, era digital.
Abstract
Technological developments in the current digital era have a significant impact on character development in children, especially elementary school students. Current technology influences the younger generation, as it can lead to negative character traits and addiction, such as mobile phones, which can disrupt learning. In the current digital era, many parents give their children mobile phones to quieten them, even though this can have a negative impact on them. Therefore, character education for children is essential to shaping a quality generation by fostering a responsible attitude in the use of technology in this digital era..
Keywords: character education, elementary school,digital era.
Pendahuluan
Pendidikan merupakan proses anak-anak dalam perubahan tingkah laku, menambah ilmu dan juga menambah pengalaman hidup agar anak menjadi lebih baik kedepannya dalam hal sikap maupun pemikiran. Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Dimana teknologi saat ini tidak hanya di gunakan oleh orang dewasa melainkan anak-anak usia sekolah dasar sekarang sudah dapat mengakses teknologi. Perkembangan teknologi dapat berdampak positif maupun negatif, contohnya banyak muncul kasus bullying yang terjadi. Maka untuk itu pembentukan karakter sejak dini sangat dibutuhkan agar karakter sang anak tetap terjaga pada hal yang baik.
Dalam hal ini pendidikan karakter memiliki tujuan agar anak-anak memiliki karakter moral dan sikap yang baik, karena hal itu dapat menciptakan kehidupan bangsa yang adil dan makmu. Tujuan pendidikan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi "Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”. Dengan menerapkan Pendidikan karakter di Indonesia secara dapat membantu anak-anak untuk lebih peduli, memahami dan melaksanakan berdasarkan moral dan sikap untuk mendukung perkembangan sosial, dan emosi anak.
Pada perkembangan teknologi di era globalisasi ini, teknologi memberikan pengaruh yang sangat besar kepada anak-anak khususnya anak usia Sekolah Dasar. Namun, bagaimanapun teknologi itu sangat membantu dalam proses pembelajaran dan juga digunakan sebagai alat komunikasi. Selain memiliki dampak postif teknologi juga memiliki dampak negatif, contohnya: adanya kasus cyberbullying, tawuran antar pelajar dan lain-lain. Teknologi yang berkembang merupakan ancaman yang besar bagi generasi muda muda, karena dapat menjadikan anak-anak memiliki karakter yang buruk. Maka untuk itu, pembentukan karakter peserta didik harus dibentuk sejak dini agar mampu menanamkan sikap dan perilaku yang baik sejak dini sehingga dapat memutus angka kekerasan atau criminal.
Gambar 1. Pentingnya Pendidikan Karakter Di Era Digital
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode meta analisis. Metode meta analisis merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara merangkum dan menganalisis data penelitian dari hasil penelitian yang sebelumnya sudah ada. Pengumpulan data hasil penelitian ini dilakukan dengan cara mencari jurnal dan artikel yang sesuai dengan judul yang akan diteliti melalui media elektronik seperti internet. Melalui Google Schoolar dengan kata kunci Pendidikan karakter, sekolah dasar,era digital.
Pembahasan
Pada saat ini jumlah peserta didik Sekolah Dasar di Indonesia sekitar 23,9 hingga 25,49 juta siswa berdasarkan data tahun 2024-2025. Dapat diartikan bahwa banyak sekali anak-anak usia Sekolah Dasar di Indonesia. Jadi bisa dilihat dari jumlahnya bahwa dalam hal itu pendidikan karakter juga diperlukan dalam pendidikan Sekolah Dasar apalagi di era digital. Pendidikan karakter bertujuan agar anak-anak memiliki sikap dan moral yang baik,untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang adil, aman dan makmur (Dini, 2018).
Konsep dasar pendidikan karakter dalam Permendikbud No 23 tentang Penumbuhan Budi Pekerti tahun 2015 yang bertujuan :
Menjadikan sekolah sebagai tempat menyenanglan.
Membentuk kebiasaan yang baik sebagai bentuk pembetukam karakter sejak dini.
Menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan keluarga.
Mewujudkan lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Hal ini dilakukan dari kegiatan yang sering dilakukan berulang-ulang dan sudah menjadi kebiasaan. Kebiasaan inilah yang nantinya akan menjadi karakter seoran anak. Penanaman dan pengembangan karakter di lingkungan menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya umtuk seorang guru, tetapi juga membutuhkan kerjasama dari murid dan orang tua.
Penanaman nilai-nilai karakter dapat dijadikan budaya sekolah khusunya di Sekolah Dasar. Sekolah Dasar adalah tempat untuk mengimplementasikan proses pembentukan karakter yang efektif karena dengan melibatkan dan mengajak semua pihak sekolah untuk bersama-sama memberikan komitmennya. Ada banyak nilai-nilai yang harus dibangun dan ditanamkan di jiwa anak-anak, seperti jujur, peduli, tanggungjawab, disiplin, toleransi, kreatif, sehat, dan bersih.
Namun di era digital ini teknologi menjadikan anak-anak jarang bersosialisasi dikeluarga atau bahkan dimasyarakat. Banyak anak-anak di zaman sekarang lebih fokus ke layar hp untuk sekedar bermain game atau bahkan hanya scroll medsos, padahal di Indonesia banyak sekali permainan tradisional. Dari kejadian tersebut, anak-anak kehilangan waktu saat bermain bersama teman, keluarga, dan belajar karena fokusnya sudah diambil alih oleh lyar handphone. Sebagai pendidik bahkan orang tua harus menjadi pengawas dan pembimbing untuk anak-anak. Apalagi dengan usia anak-anak Sekolah Dasar yang dengan mudahnya mendapatkan informasi dan belum mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Di khawatirkan, adanya teknologi menjadikan anak-anak mendapat dampak negatif karena kurangnya pantauan pendidik bahkan orangtua. Putri, D. P. (2018) menyatakan bahwa dampak negatif dan positif dari teknologi antara lain.
Dampak Positif :
Sebagai media hiburan.
Sebagai alat komunikasi meskipun dalam keadaan jarak jauh.
Mempermudah mencari informasi bahan pembelajran bagi peserta didik.
Mempermudah akses terhadap informasi baru dimanapun dan kapanpun.
Dampak Negatif :
Anak akan bersifat individual.
Mudahnya mengakses video porno.
Anak lupa akan pekerjaan rumah yang sudah ditugaskan guru maupun orang tua dan lupa beribadah.
Maraknya kasus penipuan.
Maka untuk itu, pengawasan orang tua itu sangat dibutuhkan untuk memantau apa saja yang dilakukan anak-anak tersebut dengan hpnya demi menumbuhkan karakter yang lebih baik. Anak usia sekolah dasar memang seharusnya menggunakan waktunya untuk bermain dan belajar dibandingkan dengan menghabiskan waktunya untuk bermain handphone.
Kesimpulan
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari beberapa jurnal artikel yang relevan dan sesuai dengan judul yang diteliti dengan kesimpulan bahwa pendidikan karakter anak-anak itu sangat penting dan dibentuk melalui aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang hingga pada akhirnya menjadi kebiasaan. Maka, pendidikan karakter harus di terapkan sedini mungkin agar menjadi bekal kelak saat mereka dewasa. Di era digital ini orang tua juga memiliki peran penting dalam meningkatkan karakter anak. Peran guru disekolah tidak hanya sebagai pendidik, melainkan juga sebagai contoh atau rolemodel yang akan menjadi patokan peserta didik.
Daftar Pustaka
Ananda, R. A., Inas, M., & Setyawan, A. (2022). Pentingnya pendidikan karakter pada anak sekolah dasar di era digital. Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 1(4), 83-88. Doi: https://doi.org/10.55606/jpbb.v1i1.836
Kezia, P. N. (2021). Pentingnya pendidikan karakter pada anak sekolah dasar di era digital. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 2941-2946.
Safitri, K. (2020). Pentingnya pendidikan karakter untuk siswa sekolah dasar dalam menghadapi era globalisasi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(1), 264-271.