Gaya konsentrasi dan motivasi belajar anak SD
BY: Nazli Yeti Kinanti
Proses pembelajaran pada anak merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Dua faktor ini memiliki peranan penting dalam keberhasilan belajar pada anak mulai dari konsentrasi anak dan gaya belajar yang berbeda beda pada setiap anak. Apalagi pada pendidikan sekolah dasar merupakan pondasi utama dalam pembentukan kemampuan anak kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Konsentrasi belajar sangat memungkinkan anak untuk memperhatikan perhatian pada materi yang disampaikan guru di depan, adapun beberapa gaya belajar berkaitan dengan cara anak supaya bisa menerima, mencerna, dan memahami penjelasan secara optimal. Karna tanpa adanya konsentrasi yang baik dan pemahaman terhadap gaya belajar yang sesuai, ataupun proses pembelajaran yang cenderung kurang efektif.
Konsentrasi belajar pada anak biasanya sering kali dipengaruhi karna adanya tingkat perkembangan kognitif, kondisi emosional, lingkungan belajar, serta metode pembelajaran yang digunakan. Anak yang mengalami kesulitan berkonsentrasi akan cenderung mudah terdistraksi, kurang mampu memahami materi, dan menunjukan hasil belajar yang kurang. Maka dari itu kemampuan untuk mempertahankan konsentrasi menjadi point penting untuk yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran, baik pada lingkungan sekolah maupun di rumah.
Gaya belajar anak juga merupakan faktor yang tidak kalah penting karena setiap anak memiliki perbedaan pada gaya belajar mereka masing masing misalnya ada bebrapa gaya belajar seperti visual, auditori, dan kinestetik. Perbedaan gaya belajar ini menyebabkan anak memiliki cara untik untuk memahami pembelajaran, adanya ketidaksesuaian antara metode pembelajaran yang diterapkan dengan gaya belajar anak dapat menghambat pemahaman materi dan menurunkan motivasi belajar anak. Pembelajaran yang disusiakan dengan gaya belajar anak dapat meningkatkan minat, konsentrasi, serta hasil belajar secara signifikan.
Gaya konsentrasi
Konsentrasi anak merupakan salah satu kemampuan penting yang sangat berpengaruh langsung terhadap keberhasilan proses belajar anak. Pada usia anak duduk di sekolah dasar kemampuan konsentrasi anak masih berada dalam tahapan perkembangan sehingga belum stabil. Adapun perbedaan karakter, lingkungan, serta metode pembelajaran menyebabkan setiap anak memiliki cara yang berbeda beda cara mereka memusatkan perhatian. Gaya konsentrasi anak cara dominan yang digunakan anak untuk memusatkan perhatian dan menerima informasi selama kegiatan belajar.
Motivasi belajar
Motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal yang memengaruhi anak untuk memengaruhi anak untuk melakukan kegiatan belajar secara aktif dan berkelanjutan. Motivasi belajar berperan penting dalam menentukan tingkat perhatian, ketekunaan, serta keberhasilan anak dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pada usia sekolah dasar motivasi belajar anak masing sangat berkembang dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, serta pendekatan pembelajaran yang digunakan. Dalam proses pembelajaran, motivasi belajar berfungsi sebagai penggerak utama aktivitas belajar anak. Anak memiliki motivasi belajar tinggi akan berfokus mereka akan aktif bertanya, dan berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya rendahnya motivasi belajar dapat menyebabkan anak mudah bosan, kurang konsentrasi, dan tidak menunjukan minat terhadap kegiatan belajar.
FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KONSENTRASI BELAJAR
Rendahnya konsentrasi belajar pada anak dipengaruhi misalnya kondisi fisik dan psikologis peserta didik, seperti kelelahan, kurang tidur, rasa lapar, kondisi kesehatan yang kurang baik, rendahnya motivasi belajar, kurangnya minat terhadap pelajaran yang sedang di jelaskan serta stres dan kecemasan, adapun pengaruh lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan proses pembelajaran, antar lain suasana belajar yang bising dan tidak nyaman, mulai dari ruangan kelas yang kurang enak di pandang misalnya pencahayaan ruangan yang kurang memadai, gangguan dari penggunaan gawai, serta metode pembelajaran yang monoton dan tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik. Selain itu dukungan orang tua juga sangat penting pada penyebab ini dan juga hubungan sosial yang harus tetap aman dan damai, serta beban tugas yang harus seimbang karena hal itu juga dapat menjadi penghambat kemampuan peserta didik dalam memusatkan perhatian selama proses belajar.
FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MOTIVASI BELAJAR
Motivasi belajar pada anak sekolah dasar memiliki peran penting menentukan keterlibatann siswa dalam proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar. Pada usia sekolah dasar anak masih di tahap penyesuaian awal diri mereka karena anak sekolah dasar memiliki rentang perhatian yang relatif pendek dan mudah merasa bosan ketika kegiatan belajar tidak sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif anak, motivasi belajar dapat menurun dan kemampuan mengelola emosi yang belum matang menyebabkan anak mudah merasa frustasi ketika mengalamai kesulitan belajar, sehingga mereka enggan untuk melanjutkan usaha belajarnya.
Cara meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar anak
Penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan menarik sangat berperan dalam meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar. Pembelajaran yang melibatkan media visual, permainan edukatif, lagu, serta aktivitas praktik dapat membantu anak tetap fokus dan tidak mudah bosan. Metode yang disesuaikan dengan gaya belajar dan gaya konsentrasi anak akan membuat proses belajar lebih bermakna dan menyenangkan.
Memberikan penguatan positif juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan moivasi belajar anak. Adapun contohnya misalnya seperti pujian, pemberian sederhana, dan umpan balik yang membangun atas usaha yang mereka capai agar membangun dan menumbuhkan rasa percaya diri mereka serta rasa puas atas usaha yang telah mereka capai. Penguatan positif ini pun juga diberikan secara vproposional agar anak termotivasi tanpa rasa tertekan.
Penggunaan metode belajar yang sangat bervariasi dan menarik dapat meningkatkan baik konsentrasi maupun motivasi anak. Pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari akan membuat materi lebih mudah dipahami dan relevan bagi anak. Peran orangtua dan guru sebagai teladan juga sangat penting, karena sikap positif terhadap belajar yang di tunjukkan orang dewasa akan ditiru oleh anak. Peningkatan konsentrasi dan motivasi belajar pada anak membutuhkan kerja sama antar lingkungan, metode pembelajaran, serta dukungan emosional. Pendekatan yang konsisten, sabar, dan penuh perhatian akan membantu anak berkembang secara optimal dalam proses belajarnya.
Kesimpulan
Gaya konsentrasi dan motivasi belajar merupakan dua komponen penting yang saling berkaitan dalam proses pembelajaran anak sekolah dasar, bahwa setiap anak memiliki gaya konsentrasi dan gaya belajar yang sangat berbeda di antara mereka maupun itu dari intensitas, hal durasi maupun cara memusatkan perharian terhadap aktivitas belajar, perbedaan tersebut dipengaruhi olehj tahap perkembangan kognitif dan kondisi psikologis anak, sehingga menuntut adanya pemahaman yang tepat dari guru dan orang tua dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Motivasi belajar berperan sebagai penggerak utama yang menentukan kesiapan, ketekunan, dan keterlibatan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Anak dengan motivasi belajar yang tinggi cenderung menunjukkan perhatian yang lebih baik, aktif dalam kegiatan belajar serta mampu mampu menghadapi kesulitan belajar dengan sikap positif. Sebaliknya rendahnya motivasi belajar dapat menyebabkan manurunnya konsentrasi, kurangnya partisipasi dalam pembelajaran dan rendahnya pencapaian hasil belajar mereka.