STRATEGI MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SD MELALUI TEKNIK MINDFULNESS DI KELAS
Penulis : Naura Indah Nurani
ABSTRAK
Fenomena menurunnya konsentrasi belajar pada siswa Sekolah Dasar (SD) menjadi tantangan serius dalam proses pembelajaran, terutama di era digital yang sarat distraksi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan konsentrasi belajar anak SD melalui penerapan teknik mindfulness di kelas. Dengan menggunakan metode studi literatur terhadap berbagai penelitian empiris dan teori psikologi pendidikan, ditemukan bahwa mindfulness dapat membantu anak mengembangkan kesadaran penuh terhadap pengalaman belajar mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi utama yang efektif diterapkan di kelas, yaitu: (1) latihan pernapasan sadar sebelum memulai pelajaran, (2) sesi refleksi singkat setelah kegiatan belajar, (3) penggunaan permainan berbasis perhatian penuh, dan (4) penciptaan rutinitas kelas yang mendukung regulasi emosi. Keempat strategi ini terbukti mampu meningkatkan fokus, mengurangi kecemasan, dan memperbaiki keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Kata Kunci: konsentrasi belajar, mindfulness, siswa SD, strategi kelas
PENDAHULUAN
Konsentrasi belajar merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan proses pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD). Anak-anak usia sekolah dasar berada pada fase perkembangan kognitif konkret operasional menurut teori Piaget, di mana kemampuan untuk fokus dan mempertahankan perhatian mulai berkembang namun masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi psikologis. Dalam praktiknya, banyak guru menghadapi tantangan berupa rendahnya tingkat konsentrasi siswa selama proses pembelajaran, yang berdampak pada pencapaian akademik dan keterlibatan siswa di kelas. Fenomena ini semakin kompleks di tengah arus digitalisasi dan meningkatnya paparan terhadap distraksi eksternal, seperti gawai dan media sosial, yang turut memengaruhi kemampuan anak untuk hadir secara penuh dalam kegiatan belajar.
Berbagai studi menunjukkan bahwa salah satu pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi masalah konsentrasi belajar adalah teknik mindfulness. Mindfulness, atau kesadaran penuh terhadap momen saat ini tanpa menghakimi, telah terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan fokus, regulasi emosi, dan kesejahteraan psikologis siswa. Rosita, Dewi, dan Hardiansyah (2025) menemukan bahwa penerapan teknik mindfulness pada siswa kelas VI SDN Paberasan I Sumenep mampu meningkatkan motivasi belajar secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa mindfulness tidak hanya berdampak pada aspek emosional, tetapi juga pada aspek kognitif yang berkaitan langsung dengan proses belajar.
Lebih lanjut, Artati, Wahyuni, dan Fitri (2025) mengungkapkan bahwa kesejahteraan psikologis siswa SD memiliki hubungan erat dengan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan terlibat dalam pembelajaran. Program mindfulness berbasis sekolah yang dirancang secara sistematis dapat menjadi intervensi preventif dan kuratif untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa. Dalam konteks ini, guru memegang peran sentral sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan kelas yang mendukung praktik mindfulness secara konsisten dan terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar.
Saputro, Susilo, dan Ekawati (2023) menekankan pentingnya integrasi teknik mindfulness dalam pembelajaran sehari-hari di SD, seperti melalui latihan pernapasan sadar, refleksi diri, dan permainan berbasis perhatian. Strategi-strategi ini tidak hanya mudah diterapkan, tetapi juga sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia SD yang membutuhkan pendekatan konkret dan menyenangkan. Selain itu, pendekatan ini juga dapat membantu siswa mengembangkan kesadaran diri, mengelola stres, dan meningkatkan daya tahan mental dalam menghadapi tantangan akademik.
Dengan demikian, penerapan strategi mindfulness di kelas menjadi solusi yang relevan dan kontekstual dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa SD. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis empat strategi utama yang dapat diterapkan oleh guru dalam membangun suasana kelas yang mendukung praktik mindfulness. Melalui studi literatur terhadap berbagai penelitian terkini, diharapkan kajian ini dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih holistik dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis anak (Artati & Wahyuni, 2023).
METODE
Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji strategi peningkatan konsentrasi belajar anak Sekolah Dasar melalui teknik mindfulness di kelas. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan laporan penelitian yang relevan, khususnya yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran basis data akademik seperti Google Scholar dan Garuda, dengan kata kunci “mindfulness,” “konsentrasi belajar,” “anak SD,” dan “pendidikan dasar.” Kriteria inklusi mencakup publikasi yang membahas penerapan mindfulness dalam konteks pendidikan dasar dan memiliki relevansi langsung dengan aspek konsentrasi atau fokus belajar. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, strategi, dan temuan utama yang mendukung efektivitas teknik mindfulness dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa SD.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini mengkaji strategi peningkatan konsentrasi belajar anak Sekolah Dasar melalui teknik mindfulness di kelas. Hasil studi literatur dianalisis berdasarkan teori perhatian dari Daniel Goleman, yang menyatakan bahwa perhatian adalah dasar dari semua bentuk pembelajaran dan regulasi diri. Goleman menekankan pentingnya “fokus penuh” (full attention) dalam proses belajar, yang dapat dilatih melalui praktik kesadaran seperti mindfulness. Berdasarkan analisis tematik terhadap sumber-sumber literatur, ditemukan tiga strategi utama yang efektif diterapkan di kelas: (1) Latihan Pernapasan Sadar, (2) Refleksi Diri Terstruktur, dan (3) Permainan Berbasis Mindfulness.
1. Latihan Pernapasan Sadar untuk Meningkatkan Fokus Awal Belajar
Latihan pernapasan sadar merupakan strategi dasar dalam praktik mindfulness yang bertujuan untuk membawa perhatian siswa ke momen saat ini. Dalam konteks pembelajaran di SD, latihan ini dapat dilakukan sebelum memulai pelajaran sebagai bentuk transisi dari aktivitas sebelumnya menuju kesiapan belajar. Menurut Saputro, Susilo, dan Ekawati (2023), siswa yang mengikuti latihan pernapasan selama 3–5 menit menunjukkan peningkatan fokus dan ketenangan emosional yang signifikan. Hal ini sejalan dengan teori Goleman yang menyatakan bahwa kemampuan untuk mengarahkan perhatian secara sadar dapat memperkuat fungsi eksekutif otak, termasuk konsentrasi dan pengendalian impuls.
Rosita, Dewi, dan Hardiansyah (2025) juga menemukan bahwa siswa yang rutin melakukan latihan pernapasan sadar mengalami peningkatan motivasi belajar dan keterlibatan aktif dalam kelas. Latihan ini membantu siswa mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesadaran terhadap proses belajar yang sedang berlangsung. Dalam praktiknya, guru dapat memandu siswa dengan instruksi sederhana seperti “tarik napas dalam, hembuskan perlahan,” sambil mengajak mereka menyadari sensasi tubuh dan suara di sekitar. Kegiatan ini tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi juga menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif untuk belajar.
Selain itu, Artati dan Wahyuni (2023) menekankan bahwa latihan pernapasan sadar dapat menjadi intervensi preventif terhadap gangguan perilaku di kelas. Dengan melatih siswa untuk hadir secara penuh, mereka menjadi lebih mampu mengelola emosi dan mengurangi perilaku impulsif yang sering mengganggu proses belajar. Strategi ini sangat relevan diterapkan di kelas besar, di mana dinamika sosial dan tekanan akademik dapat memengaruhi kestabilan perhatian siswa.
2. Refleksi Diri Terstruktur sebagai Penguatan Kesadaran Belajar
Refleksi diri merupakan teknik mindfulness yang mendorong siswa untuk menyadari pengalaman belajar mereka secara sadar dan tanpa penilaian. Dalam konteks pendidikan dasar, refleksi dapat dilakukan melalui pertanyaan sederhana seperti “Apa yang saya pelajari hari ini?” atau “Bagaimana perasaan saya saat belajar tadi?” Menurut Artati, Wahyuni, dan Fitri (2025), refleksi diri yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kesadaran metakognitif siswa, yaitu kemampuan untuk memahami dan mengelola proses berpikir mereka sendiri. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan konsentrasi dan pengambilan keputusan belajar yang lebih baik.
Studi oleh Saputro et al. (2024) menunjukkan bahwa siswa yang dilibatkan dalam kegiatan refleksi setelah membaca mengalami peningkatan dalam pemahaman kreatif dan fokus terhadap isi bacaan. Refleksi membantu siswa menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi, sehingga memperkuat keterlibatan kognitif dan emosional dalam belajar. Dalam praktiknya, guru dapat menyediakan waktu 5–10 menit di akhir pelajaran untuk menulis jurnal reflektif atau berdiskusi dalam kelompok kecil. Kegiatan ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi hambatan belajar yang dialami siswa secara individual.
Selain manfaat kognitif, refleksi diri juga berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis siswa. Artati dan Wahyuni (2023) dalam tinjauan sistematisnya menyatakan bahwa refleksi yang dilakukan dalam suasana suportif dapat memperkuat rasa aman dan diterima di lingkungan sekolah. Dengan demikian, refleksi diri tidak hanya meningkatkan konsentrasi, tetapi juga membangun fondasi emosional yang sehat bagi proses belajar jangka panjang.
3. Permainan Berbasis Mindfulness untuk Meningkatkan Atensi Anak
Permainan berbasis mindfulness merupakan strategi yang menggabungkan elemen kesadaran penuh dengan aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak SD. Permainan seperti “fokus pada suara,” “jalan perlahan dengan sadar,” atau “tebak emosi teman” dirancang untuk melatih perhatian, pengamatan, dan empati secara simultan. Menurut Nasihudin et al. (2024), permainan semacam ini efektif dalam meningkatkan fokus dan keterlibatan sosial siswa, terutama ketika dikaitkan dengan pembelajaran sosial emosional (SEL). Aktivitas ini juga memperkuat koneksi antar siswa dan menciptakan suasana kelas yang lebih harmonis.
Saputro, Susilo, dan Ekawati (2023) menekankan bahwa permainan mindfulness dapat menjadi sarana transisi yang efektif antara sesi belajar yang intensif. Dengan menyisipkan permainan singkat di sela-sela pelajaran, guru dapat membantu siswa mengatur ulang perhatian mereka dan kembali fokus pada materi berikutnya. Selain itu, permainan ini juga dapat digunakan sebagai strategi untuk mengelola stres dan kejenuhan belajar, yang sering menjadi penyebab utama menurunnya konsentrasi di kelas.
Lebih jauh, Artati, Wahyuni, dan Fitri (2025) menyatakan bahwa permainan mindfulness yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk kebiasaan sadar dalam diri siswa. Kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan konsentrasi, tetapi juga pada pengembangan karakter seperti kesabaran, empati, dan tanggung jawab. Dengan demikian, permainan berbasis mindfulness bukan hanya alat bantu belajar, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang integral dalam kurikulum SD.
KESIMPULAN
Penerapan teknik mindfulness di kelas terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil studi literatur, tiga strategi utama yang dapat diimplementasikan secara praktis oleh guru meliputi latihan pernapasan sadar, refleksi diri terstruktur, dan permainan berbasis mindfulness. Ketiga pendekatan ini tidak hanya mampu mengarahkan perhatian siswa secara penuh terhadap proses belajar, tetapi juga memperkuat regulasi emosi, motivasi intrinsik, dan kesejahteraan psikologis mereka. Dengan mengintegrasikan mindfulness ke dalam rutinitas pembelajaran, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif secara emosional dan kognitif, sehingga mendukung perkembangan anak secara holistik. Oleh karena itu, penting bagi sekolah dasar untuk mempertimbangkan mindfulness sebagai bagian dari strategi pedagogis yang berkelanjutan dan berbasis bukti.
DAFTAR PUSTAKA
Artati, K. B., & Wahyuni, E. (2023). Pendekatan mindfulness untuk meningkatkan psychological well-being pada siswa sekolah dasar: Sebuah systematic review. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 9(2), 342–355.
Artati, K. B., Wahyuni, E., & Fitri, S. (2025). Gambaran kesejahteraan psikologis siswa kelas besar sekolah dasar dan implikasinya terhadap program mindfulness berbasis sekolah. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 953–970.
Nasihudin, M. D., Prafitasari, A. N., Mudayanti, A. R., Sari, R., & Fauzi, R. (2024). Korelasi mindfulness social emotional learning terhadap fokus belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 12(1), 77–89.
Rosita, Z. A. R., Dewi, I. Y. M., & Hardiansyah, F. (2025). Implementasi teknik mindfulness terhadap motivasi belajar siswa kelas VI SDN Paberasan I Sumenep. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 10(1), 45–56.
Saputro, U. G., Susilo, H., & Ekawati, R. (2023). Analisis penerapan mindfulness dalam pembelajaran siswa sekolah dasar. JIIP–Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(2), 1214–1219.
Saputro, U. G., Suyitno, I., Basuki, I. A., & Kusumaningrum, S. R. (2024). Pengaruh mindfulness terhadap kemampuan membaca pemahaman kreatif pada siswa sekolah dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 1861–1870.