SEKOLAH SEBAGAI RUANG PEMANUSIAAN BIMBINGAN PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
Muhammad Wahyu Lewa Tri Kartika
PGSD
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
ABSTRAK
Bimbingan peserta didik merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang bertujuan membantu anak berkembang secara optimal, baik dari aspek akademik, sosial, emosional, maupun kepribadian. Sekolah sebagai ruang pemanusiaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai lingkungan yang memberikan pendampingan psikologis dan sosial kepada peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan peserta didik dalam perspektif psikologi pendidikan dan perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap teori psikologi pendidikan, perkembangan anak, dan bimbingan konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa bimbingan peserta didik yang dilaksanakan secara humanis dan berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, kepercayaan diri, serta kemampuan penyesuaian diri anak di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, bimbingan peserta didik perlu diposisikan sebagai strategi utama dalam mewujudkan sekolah yang memanusiakan manusia.
Kata kunci: Bimbingan Peserta Didik, Psikologi Pendidikan, Perkembangan Anak, Sekolah Humanis
PENDAHULUAN
Peserta didik merupakan individu yang sedang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Dalam proses tersebut, anak tidak hanya menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga berbagai tantangan psikologis dan sosial. Perubahan emosi, kesulitan belajar, konflik dengan teman sebaya, serta masalah penyesuaian diri merupakan realitas yang sering dialami oleh peserta didik, khususnya pada usia sekolah dasar.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab untuk membantu peserta didik menghadapi berbagai tantangan tersebut. Salah satu upaya penting yang dapat dilakukan adalah melalui bimbingan peserta didik. Bimbingan bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian esensial dari proses pendidikan yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya.
Dalam praktiknya, bimbingan peserta didik sering kali dipahami secara sempit sebagai penanganan masalah perilaku atau kesulitan belajar. Padahal, dalam perspektif psikologi pendidikan, bimbingan memiliki cakupan yang lebih luas, yaitu membantu peserta didik mengenal diri, mengembangkan potensi, serta mencapai kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, kajian mengenai bimbingan peserta didik dalam konteks sekolah sebagai ruang pemanusiaan menjadi sangat relevan dan penting.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Bimbingan Peserta Didik
Bimbingan peserta didik merupakan proses bantuan yang diberikan secara sistematis dan berkesinambungan kepada peserta didik agar mampu memahami diri, lingkungan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Dalam konteks pendidikan dasar, bimbingan lebih menekankan pada pencegahan masalah dan pengembangan potensi anak.
Menurut psikologi pendidikan, bimbingan harus bersifat humanis, yaitu menghargai keunikan setiap individu dan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak. Bimbingan tidak boleh dilakukan dengan pendekatan otoriter atau menghukum, melainkan melalui dialog, empati, dan pendampingan.
Bimbingan dalam Perspektif Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan menjelaskan bahwa anak usia sekolah dasar berada pada fase penting dalam pembentukan konsep diri dan kepercayaan diri. Erik Erikson menyebut fase ini sebagai tahap industri versus inferioritas, di mana anak membutuhkan dukungan, penguatan, dan bimbingan agar mampu merasa kompeten dan berharga.
Tanpa bimbingan yang memadai, anak berisiko mengalami perasaan rendah diri, kecemasan, dan ketidakmampuan menyesuaikan diri. Oleh karena itu, bimbingan peserta didik berfungsi sebagai sarana untuk membantu anak melewati tahap perkembangan secara sehat.
METODE PENELITIAN
Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari buku psikologi pendidikan, psikologi perkembangan, bimbingan dan konseling, jurnal ilmiah, serta kebijakan pendidikan yang relevan dengan perlindungan dan kesejahteraan peserta didik.
Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengaitkan teori-teori psikologi pendidikan dengan praktik bimbingan peserta didik di sekolah dasar. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman konseptual yang komprehensif mengenai pentingnya bimbingan dalam pendidikan humanis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Peran Bimbingan Peserta Didik dalam Perkembangan Psikologis
Hasil kajian menunjukkan bahwa bimbingan peserta didik memiliki peran signifikan dalam mendukung perkembangan psikologis anak. Melalui bimbingan, peserta didik mendapatkan ruang untuk mengekspresikan perasaan, memahami masalah yang dihadapi, serta menemukan solusi secara konstruktif.
Bimbingan yang efektif dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan perilaku menyimpang. Selain itu, peserta didik yang mendapatkan bimbingan cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dan mampu menjalin hubungan sosial yang sehat.
Peran Guru dalam Pelaksanaan Bimbingan
Guru merupakan aktor utama dalam pelaksanaan bimbingan peserta didik di sekolah dasar. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan pendamping perkembangan anak. Sikap empatik, komunikasi yang terbuka, dan kemampuan memahami kondisi psikologis peserta didik menjadi kunci keberhasilan bimbingan.
Pendekatan bimbingan yang bersifat preventif dan pengembangan lebih diutamakan dibandingkan pendekatan kuratif. Dengan demikian, bimbingan dapat membantu peserta didik berkembang secara optimal sebelum masalah muncul.
IMPLIKASI PENDIDIKAN
Bimbingan peserta didik memiliki implikasi penting bagi praktik pendidikan di sekolah. Sekolah perlu mengintegrasikan program bimbingan ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Guru perlu dibekali kompetensi psikologis dan pedagogis agar mampu melaksanakan bimbingan secara efektif.
Selain itu, kebijakan sekolah harus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan ramah anak, sehingga bimbingan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
KESIMPULAN
Bimbingan peserta didik merupakan komponen penting dalam pendidikan yang berorientasi pada pemanusiaan manusia. Dalam perspektif psikologi pendidikan dan perkembangan anak, bimbingan berfungsi sebagai sarana untuk membantu peserta didik mengenal diri, mengembangkan potensi, serta mencapai kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, sekolah perlu menempatkan bimbingan peserta didik sebagai bagian integral dari budaya pendidikan yang humanis dan berkeadilan.
DAFTAR PUSTAKA
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: Norton.
Prayitno. (2012). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Santrock, J. W. (2018). Educational Psychology. New York: McGraw-Hill.
Sukardi, D. K. (2011). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.