-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

GANGGUAN PERILAKU ATAU TRAUMA BELAJAR

Rabu, 31 Desember 2025 | Desember 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-31T11:55:49Z

 GANGGUAN PERILAKU ATAU TRAUMA BELAJAR




Disusun dan Diajukan Tugas Testruktur

Mata Kuliah :  Psikologi dan Bimbingan Peserta Didik

Dosen pengampu : Trio Ardhian,S.Pd,M.Pd

Disusun Oleh :

Nama :

Dhea Refy Fajar Kusuma P

Nim :

2025015090

Semester :

1

Kelas :

1D


PROGAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR 

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

YOGYAKARTA

2025



Pendahuluan

Proses belajar merupakan aktivitas kompleks yang melibatkan aspek kognitif, emosional, sosial, dan lingkungan. Idealnya, proses belajar berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik. Namun, pada kenyataannya tidak semua anak dapat menjalani proses belajar dengan baik. Sebagian peserta didik menunjukkan perilaku menyimpang, kesulitan berkonsentrasi, penurunan motivasi, hingga penolakan terhadap kegiatan belajar. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan gangguan perilaku atau trauma belajar Gangguan perilaku dan trauma belajar merupakan dua kondisi yang saling berkaitan dan berdampak signifikan terhadap keberhasilan pendidikan. Keduanya tidak hanya memengaruhi prestasi akademik, tetapi juga perkembangan kepribadian dan kesejahteraan psikologis peserta didik. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai gangguan perilaku dan trauma belajar sangat penting bagi pendidik, orang tua, serta pihak sekolah.

  • Pengertian Gangguan Perilaku

Gangguan perilaku adalah kondisi di mana individu menunjukkan pola perilaku yang menyimpang dari norma sosial, aturan sekolah, atau harapan lingkungan. Dalam konteks pendidikan, gangguan perilaku sering ditandai dengan sikap agresif, sulit mengendalikan emosi, melanggar aturan, kurang disiplin, dan perilaku menentang otoritas guru,Menurut para ahli psikologi pendidikan, gangguan perilaku pada anak dapat muncul akibat berbagai faktor, seperti lingkungan keluarga yang tidak harmonis, pola asuh yang kurang tepat, tekanan sosial, maupun pengalaman negatif yang berulang. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan perilaku dapat menghambat proses belajar dan mengganggu suasana kelas secara keseluruhan.






  • Pengertian Trauma Belajar

Trauma belajar merupakan kondisi psikologis yang dialami peserta didik akibat pengalaman belajar yang menyakitkan, menakutkan, atau penuh tekanan. Pengalaman tersebut dapat berupa kekerasan verbal maupun fisik, hukuman berlebihan, perundungan (bullying), kegagalan akademik yang berulang, atau perlakuan tidak adil dari guru dan teman sebaya.

Trauma belajar menyebabkan peserta didik merasa cemas, takut, dan tidak percaya diri ketika menghadapi situasi belajar. Akibatnya, anak cenderung menghindari pelajaran tertentu, menolak bersekolah, atau menunjukkan reaksi emosional berlebihan. Trauma belajar sering kali tidak terlihat secara langsung, namun dampaknya sangat mendalam dan jangka panjang.

  • Faktor Penyebab Gangguan Perilaku dan Trauma Belajar

Gangguan perilaku dan trauma belajar dapat dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor keluarga menjadi salah satu penyebab utama, seperti konflik orang tua, kurangnya perhatian, kekerasan dalam rumah tangga, dan pola asuh otoriter atau permisif. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak aman cenderung membawa masalah emosional ke lingkungan sekolah.

Faktor sekolah juga berperan besar, misalnya metode pembelajaran yang monoton, tekanan akademik berlebihan, sistem penilaian yang tidak adil, serta kurangnya empati dari pendidik. Lingkungan sekolah yang tidak ramah dan penuh intimidasi dapat memperparah kondisi psikologis peserta didik.

Selain itu, faktor sosial dan budaya seperti pergaulan negatif, pengaruh media, serta tuntutan sosial yang tinggi juga dapat memicu stres dan trauma belajar. Setiap peserta didik memiliki tingkat ketahanan mental yang berbeda, sehingga respons terhadap tekanan pun bervariasi.





  • Dampak Gangguan Perilaku dan Trauma Belajar

Dampak gangguan perilaku dan trauma belajar sangat luas, baik bagi individu maupun lingkungan pendidikan. Dari sisi akademik, peserta didik mengalami penurunan prestasi, kesulitan memahami materi, dan rendahnya motivasi belajar. Anak menjadi tidak fokus, mudah menyerah, dan kehilangan minat terhadap sekolah.

Dari sisi psikologis, trauma belajar dapat menyebabkan kecemasan, depresi, rendahnya harga diri, dan gangguan emosi. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa dan memengaruhi kehidupan sosial serta profesional individu.

Selain itu, gangguan perilaku dapat mengganggu proses pembelajaran di kelas dan memengaruhi peserta didik lain. Guru sering kali mengalami kesulitan dalam mengelola kelas dan menciptakan suasana belajar yang kondusif.


  • Peran Guru dan Sekolah dalam Penanganan

Guru dan sekolah memiliki peran strategis dalam mencegah dan menangani gangguan perilaku serta trauma belajar. Guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menghargai perbedaan individu. Pendekatan pembelajaran yang humanis, komunikatif, dan berpusat pada peserta didik dapat membantu mengurangi tekanan belajar.

Sekolah juga perlu menyediakan layanan bimbingan dan konseling yang profesional untuk membantu peserta didik mengatasi masalah psikologis. Kerja sama antara guru, konselor, dan orang tua sangat penting dalam mendeteksi dini dan menangani gangguan perilaku serta trauma belajar.

Selain itu, penerapan disiplin positif lebih dianjurkan dibandingkan hukuman fisik atau verbal. Disiplin positif menekankan pada pembinaan karakter, empati, dan tanggung jawab, sehingga peserta didik merasa dihargai dan didukung.




  • Upaya Pencegahan dan Pemulihan

Pencegahan gangguan perilaku dan trauma belajar dapat dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik antara guru, peserta didik, dan orang tua. Pendidikan karakter, penguatan nilai moral, serta pengembangan keterampilan sosial dan emosional perlu diintegrasikan dalam proses pembelajaran,Untuk pemulihan trauma belajar, pendekatan psikologis seperti konseling, terapi bermain, dan pendampingan emosional sangat diperlukan. Dukungan sosial dari lingkungan sekitar juga berperan besar dalam membantu peserta didik bangkit dan kembali percaya diri.


  • Kesimpulan

Gangguan perilaku dan trauma belajar merupakan permasalahan serius dalam dunia pendidikan yang memengaruhi perkembangan akademik dan psikologis peserta didik. Keduanya dapat disebabkan oleh faktor keluarga, sekolah, maupun lingkungan sosial. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh lingkungan belajar secara keseluruhan.

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung kesehatan mental peserta didik. Dengan pendekatan yang tepat, gangguan perilaku dan trauma belajar dapat dicegah dan ditangani secara efektif demi terwujudnya 

tujuan pendidikan yang holistik.











Daftar Pustaka


Djamarah, S. B. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hurlock, E. B. (2013). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Santrock, J. W. (2018). Educational Psychology. New York: McGraw-Hill Education.

Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Suyadi. (2017). Psikologi Belajar Anak Usia Dini. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani.


×
Berita Terbaru Update