-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KARAKTERISTIK GAYA BELAJAR VISUAL, AUDITORIAL,DAN KINESTETIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Rabu, 31 Desember 2025 | Desember 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-31T11:58:28Z

KARAKTERISTIK GAYA BELAJAR VISUAL, AUDITORIAL,DAN KINESTETIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR

NAMA : Selvia Anisa Putri

NIM : 2025015065

KELAS 1C PGSD

DOSEN PEMBIMBING : Trio Ardian, M.Pd

MATA KULIAH : Psikologi dan Bimbingan Peserta Didik

MAHASISWA UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

Email : selvianisaputri54@gmail.com






Abstrak

     Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan karakteristik gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik pada siswa anak sekolah dasar. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang unik dan berbeda-berbeda untuk menerima, memproses, mengolah, memahami, dan mengingat informasi yang diperoleh. Metode penelitian yang digunakan untuk menulis artikel ini adalah tinjauan literatur dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan dengan gaya belajar siswa sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual lebih mudah memahami materi pelajaran dengan cara melihat. Kemudian siswa dengan gaya belajar auditorial lebih mudah menangkap dan mengingat materi pelajaran dengan cara mendengar. Dan siswa dengan gaya belajar kinestetik cenderung lebih mudah memahami materi pelajaran dengan mengandalkan aktivitas fisik, gerakan, dan pengalaman langsung. Kesimpulan dari artikel ini adalah pentingnya peran guru dalam mengetahui gaya belajar siswa agar bisa membantu siswa belajar dan memahami pelajaran sesuai dengan gaya belajar mereka sehingga dapat meningkatkan prestasi dan hasil belajar.

Abstract

This article was written to describe the characteristics of visual, auditory, and kinesthetic learning styles in elementary school students. Each student has a unique and different learning style for receiving, processing, processing, understanding, and remembering information obtained. The research method used to write this article is a literature review by analyzing various literature relevant to the learning styles of elementary school students. The results of the study indicate that students with a visual learning style find it easier to understand lesson material by seeing. Then, students with an auditory learning style find it easier to grasp and remember lesson material by hearing. And students with a kinesthetic learning style tend to find it easier to understand lesson material by relying on physical activity, movement, and direct experience. The conclusion of this article is the importance of the role of teachers in understanding students learning styles so they can help students learn and understand lessons according to their learning styles, thereby improving achievement and learning outcomes.


Pendahuluan 

     Pendidikan disekolah dasar adalah fondasi dasar untuk membentuk karakter dan kemampuan berpikir anak. Pada fase ini setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam menerima dan memproses informasi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh gaya belajar masing-masing siswa. Gaya belajar memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar. Mengenali gaya belajar sendiri, dapat membantu seseorang agar bisa belajar secara efektif. Menurut DePorter (2000) “Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi”. Ada beberapa macam tipe gaya belajar yaitu gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. 

     Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda satu sama lain. Mereka harus bisa mengenali gaya belajarnya sendiri. Dengan demikian guru dapat membantu mereka belajar dan memahami pembelajaran sesuai gaya belajar mereka secara efektif. Sehingga siswa dapat meningkatkan hasil belajar dan prestasinya secara optimal.


Metode 

     Metode penelitian untuk menulis artikel ini menggunakan tinjauan literatur berbagai jurnal yang membahas tentang gaya belajar siswa. Metode ini dipilih untuk mendeskripsikan informasi yang sesuai dengan karakteristik gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik pada siswa sekolah dasar. Data yang digunakan dalam artikel ini diperoleh dari data jurnal ilmiah yaitu Google Scholar.  


Pembahasan

  1. Pengertian Gaya Belajar

Gaya belajar adalah cara khas seseorang dalam menerima, memproses, mengolah, mengingat, dan memahami informasi baru agar lebih mudah untuk dipahami dan diingat. Menurut DePorter (2000) “Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi”. Setiap siswa pasti memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Bagi guru, dengan mengetahui gaya belajar setiap siswa, guru dapat membantu siswa menerapkan strategi pembelajaran yang tepat dengan gaya belajar siswa sehingga siswa dapat belajar dengan baik dan membuat hasil belajar menjadi lebih efektif. Siswa juga harus memahami gaya belajarnya masing-masing, agar ia lebih memahami dirinya sendiri dan memahami kebutuhannya. Gaya belajar merujuk pada cara belajar yang lebih disukai oleh siswa. Gaya belajar siswa menjadi penentu bagaimana siswa itu akan menerima dan menyerap pengetahuan yang ia terima sehingga ia akan dengan mudah menguasai materi pembelajaran.  

  1.  Macam-macam Gaya Belajar 

Ada 3 macam gaya belajar, yaitu :

  1. Gaya belajar visual




Gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan cara melihat. Seseorang yang bergaya belajar visual, yang memegang peran penting adalah mata atau penglihatan. Metode mengajar yang digunakan oleh guru sebaiknya lebih banyak difokuskan pada peragaan dan media yang berkaitan dengan pelajaran tersebut. Perlihatkan alat peraga kepada mereka secara langsung atau ajaklah mereka untuk menggunakan benda-benda yang berkaitan dengan pelajaran. Anak-anak dengan gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk memahami materi pelajaran. Mereka juga bisa mendapatkan informasi melalui gambar, diagram, peta, poster, dan sebagainya. Gaya belajar visual dilakukan seseorang untuk memperoleh materi pelajaran dengan cara melihat, memandangi, atau mengamati agar ia dapat memahami apa yang ia dapat. Dengan kata lain lebih mudah mempelajari bahan pelajaran yang dapat dilihat dengan alat penglihatannya. Mulyono, dkk, (2007) mengatakan bahwa gaya belajar visual membantu siswa mengingat materi pelajaran yang langsung dilihat sehingga hal tersebut berhubungan positif terhadap prestasi belajar yang diperoleh. Ciri-ciri gaya belajar visual yaitu sebagai berikut : 1) Lebih mudah mengingat dengan cara melihat. 2) Lebih suka membaca daripada dibacakan. 3) Rapi dan teratur. 4) Biasanya tidak terganggu oleh keributan. 5) Mempunyai masalah untuk mengingat informasi verbal.

  1. Gaya belajar auditorial




Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar dengan cara mendengarkan. Gaya belajar auditorial lebih mengedepankan indra pendengarannya yaitu telinga. Orang dengan gaya belajar auditori memiliki gaya belajar yang mengandalkan pendengaran dalam proses belajarnya. Mereka lebih mudah mengingat informasi yang didapat melalui pendengarannya daripada penglihatannya. Ula (2013) mengatakan bahwa belajar melalui mendengar sesuatu dapat dilakukan dengan mendengarkan kaset audio, ceramah, diskusi, debat, dan intruksi atau perintah verbal. Ciri-ciri gaya belajar auditorial adalah 1) lebih mudah mengingat dengan cara mendengarkan daripada melihat. 2) Senang membaca dengan keras dan mendengarkan. 3) Suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar. 4) Mudah terganggu oleh keributan. 5) Menyukai music atau sesuatu 

yang bernada dan berirama.

  1. Gaya belajar kinestetik





Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang mengandalkan aktivitas fisik, gerakan, sentuhan, dan pengalaman langsung. Orang dengan gaya belajar ini selalu menggunakan dan memanfaatkan anggota gerak tubuhnya untuk memahami pembelajaran, bukan hanya melihat dan mendengarkan secara pasif. Ula (2013) mengatakan bahwa gaya belajar kinestetik adalah belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung, yang berupa menangani, bergerak, menyentuh, dan merasakan atau mengalami sendiri. Mereka memiliki kecenderungan lebih memahami tugasnya bila mereka mencobanya sendiri. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik adalah 1) Lebih mudah memahami materi melalui praktik langsung. 2) Menyukai aktivitas yang melibatkan fisik. 3) Mudah bosan dengan metode belajar melihat dan mendengar. 4) Banyak menggunakan isyarat tubuh. 5) Suka bergerak dan tidak dapat duduk diam terlalu lama. Dalam membantu siswa memahami pelajaran dengan gaya belajar ini, guru dapat menggunakan metode mengajar yang melibatkan aktivitas fisik, contohnya bermain peran, belajar sambil melakukan permainan, belajar berhitung menggunakan balok yang mereka susun sendiri, hingga membuat proyek karya yang melibatkan keterampilan motorik mereka. Ketiga gaya belajar tersebut baik visual, auditorial, dan kinestetik merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui oleh guru, agar bisa membantu siswa memahami materi pelajaran sesuai dengan gaya belajar masing-masing siswa.


Kesimpulan 

     Gaya belajar adalah cara khas seseorang dalam menerima, memproses, mengolah, mengingat, dan memahami informasi baru agar lebih mudah untuk dipahami dan diingat. Ada tiga macam gaya belajar yaitu yang pertama adalah gaya belajar visual. Gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan cara melihat untuk memahami informasi yang ia dapat. Selanjutnya yang kedua adalah gaya belajar auditorial, yaitu gaya belajar dengan cara mendengar agar dapat mengerti dan memahami informasi uang didapat. Dan yang terakhir adalah gaya belajar kinestetik, yaitu gaya belajar yang mengandalkan aktivitas fisik, gerakan, sentuhan, dan pengalaman langsung untuk menerima dan memahami informasi yang diperoleh. 


     Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Jadi setiap siswa harus bisa mengetahui gaya belajarnya sendiri-sendiri yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan mengetahui gaya belajar setiap siswa, guru bisa membantu mereka untuk memahami pelajaran sesuai dengan gaya belajar mereka secara efektif. Sehingga siswa bisa meningkatkan prestasi dan hasil belajarnya secara maksimal.


Daftar Pustaka


Angkat, N. A., Novianti, S., & Ramadani, W. (2022). Variasi Gaya Belajar Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V SD. PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1), 41-46.


De Porter (2009). Quantum learning: Membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Bandung: Kaifa. Djamarah, S. B (2004). Psikologi belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.


Latifah, D. N. (2023). Analisis Gaya Belajar Siswa untuk Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 68-75.


Mulyono, W. A. Purwandari, H., & Permana, R. H. (2007). Pengaruh pelatihan gaya belajar terhadap peningkatan indeks prestasi mahasiswa. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing). pdf.


Sari, A. K. (2014). Analisis Karakteristik Gaya Belajar VAK (Visual, Auditorial, Kinestetik) Mahasiswa Pendidikan Informatika Angkatan 2014. Jurnal Ilmiah Edutic, 1(1), 1-12.


Silitonga, E. A., & Magdalena, I. (2020). Gaya Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri Cikokol 2 Tangerang. PENSA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(1), 17-22.


Supit, D., Melianti, Lasut, E. M. M., & Tumbel, N. J. (2023). Gaya Belajar Visual, Auditori, Kinestetik terhadap Hasil Belajar Siswa. Journal on Education, 5(3), 6994-7003.


Sari, A. K. (2014). Analisis Karakteristik Gaya Belajar VAK (Visual, Auditorial, Kinestetik) Mahasiswa Pendidikan Informatika Angkatan 2014. Jurnal Ilmiah Edutic, 1(1), 1-12.


Ula, S. S. (2013). Revolusi Belajar: optimalisasi kecerdasan melalui pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk. Yogyakarta: Ar Ruzz Media. 


×
Berita Terbaru Update