-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DAMPAK GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK DAN INTERAKSI SOSIAL ANAK SD

Selasa, 30 Desember 2025 | Desember 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-31T03:05:31Z

DAMPAK GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK DAN INTERAKSI SOSIAL ANAK SD



Aulia Natasya

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta

natasyaaulia540@gmail.com


Abstract

Concerns about the effects of gadgets on motor development and social interaction have arisen as a result of the increased use of gadgets by elementary school children. This article discusses the impact of screen time on children's physical coordination and interpersonal relationships. Excessive gadget use can lead to sedentary behavior, which reduces opportunities for active play, an important component in gross and fine motor development. In addition, excessive gadget use can lead to a decline in motor skills. Furthermore, high screen exposure limits face-to-face interaction. As a result, children's opportunities to learn cooperation, communication, and empathy are reduced. Since balanced gadget use with guided social activities can reduce negative effects, the role of parents and content quality play a part in mediating these impacts. This analysis is based on various recent empirical findings to provide evidence-based recommendations for educators, parents, and policymakers to effectively manage gadget exposure for children's holistic development. 

Keywords: Screen time, motor development, social interaction, elementary school children, digital media.

Abstrak

Kekhawatiran tentang efek gadget pada perkembangan motorik dan interaksi sosial muncul sebagai akibat dari peningkatan penggunaan gadget oleh anak-anak di sekolah dasar. Dalam artikel ini, dampak dari waktu layar terhadap koordinasi fisik dan kualitas hubungan interpersonal anak dibahas. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan perilaku sedentari, yang mengurangi kesempatan untuk bermain aktif, yang merupakan komponen penting dalam perkembangan motorik kasar dan halus. Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan keterampilan motorik. Selain itu, paparan layar yang tinggi membatasi interaksi tatap muka. Akibatnya, peluang anak untuk belajar bermain kerja sama, berkomunikasi, dan empati berkurang. Karena penggunaan gadget secara seimbang dengan kegiatan sosial yang diarahkan dapat mengurangi efek negatif, peran orang tua dan kualitas konten berperan dalam memediasi dampak ini. Analisis ini dihasilkan dari berbagai temuan empiris terbaru untuk memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk mengelola paparan gadget secara efektif demi perkembangan holistik anak.  

Kata Kunci: Waktu layar, perkembangan motorik, interaksi sosial, anak sekolah dasar, media digital.


PENDAHULUAN (INTRODUCTION)

Pola kehidupan anak-anak, termasuk anak sekolah dasar (SD), telah berubah secara signifikan karena pertumbuhan teknologi digital yang semakin pesat. Perangkat seperti tablet dan telepon pintar kini banyak digunakan oleh anak-anak untuk berkomunikasi, menikmati hiburan, dan belajar. UNESCO (2023) menyatakan bahwa penggunaan media digital oleh anak usia sekolah dapat memberikan manfaat edukatif jika dilakukan dengan hati-hati dan terkontrol. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan tanpa bimbingan dapat mengganggu perkembangan anak.


Anak-anak berada pada tahap perkembangan motorik dan sosial yang signifikan selama masa sekolah dasar. Aktivitas fisik yang cukup, seperti bermain, menulis, dan mengeksplorasi lingkungan, sangat penting untuk perkembangan motorik kasar dan halus. Sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Páez-Herrera et al. (2025), ditemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan di depan layar yang terlalu lama dikaitkan dengan aktivitas fisik yang lebih rendah pada anak-anak, yang berpotensi menghambat perkembangan keterampilan motorik mereka. Bakht et al. (2025) memperkuat ini dengan menyatakan bahwa penggunaan gadget berlebihan dapat menyebabkan perilaku sedentari yang berpotensi menyebabkan keterlambatan koordinasi motorik pada anak usia sekolah.

Penggunaan gadget mempengaruhi interaksi sosial anak selain motorik mereka. Anak-anak yang terlalu sering berinteraksi dengan gadget cenderung mengalami kualitas komunikasi tatap muka yang lebih rendah dengan teman sebaya dan orang-orang di lingkungan mereka. Menurut Helmi dan Hardiansyah (2024), penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi kemampuan anak untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan berempati. Selain itu, Joshanda et al. (2025) menemukan bahwa anak-anak SD yang menggunakan perangkat elektronik yang tidak terkontrol menunjukkan kecenderungan untuk menghindari interaksi sosial.

Berdasarkan kondisi tersebut, kajian tentang dampak perangkat terhadap perkembangan motorik dan interaksi sosial anak SD harus dilakukan. Ini dilakukan agar orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dapat memahami cara menggunakan perangkat dengan benar.


METODE PENELITIAN

Dampak penggunaan perangkat terhadap perkembangan motorik dan interaksi sosial anak-anak di sekolah dasar dikaji dalam penelitian kepustakaan ini, yang dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif. Data penelitian berasal dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk publikasi akademik dalam empat tahun terakhir (2021–2025), laporan lembaga resmi, dan artikel jurnal nasional dan internasional.

Sumber data dipilih dengan hati-hati berdasarkan relevansi topik, keakuratan data, dan kredibilitas penerbit. Sumber data dikumpulkan melalui basis data terpercaya seperti Google Scholar, jurnal terakreditasi, MDPI, dan publikasi UNESCO (Helmi & Hardiansyah, 2024; Páez-Herrera et al., 2025). Untuk mengumpulkan data, informasi tentang penggunaan perangkat, perkembangan motorik, dan interaksi sosial anak dibaca dan dicatat.

Analisis isi, atau analisis isi, digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Ini dilakukan untuk menemukan pola dan temuan penting mengenai dampak perangkat terhadap perkembangan anak (Bakht et al., 2025; Joshanda et al., 2025). Hasil analisis ini digunakan sebagai dasar untuk penarikan kesimpulan.





HASIL DAN PEMBAHASAN

Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan pada anak SD dapat mengganggu perkembangan motorik mereka. Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik cenderung lebih jarang bergerak dan beraktivitas fisik. Ini dapat menghambat perkembangan motorik kasar mereka, seperti berlari, melompat, atau bermain olahraga. Selain itu, fokus anak-anak pada layar daripada menggunakan tangan mereka dalam aktivitas kreatif juga dapat menghambat perkembangan motorik halus mereka, seperti menulis atau menggambar. Menurut penelitian, anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam setiap hari di depan layar memiliki kecenderungan untuk mengalami keterlambatan perkembangan motorik (Dwyer et al., 2017). 

Namun, perangkat ini juga dapat membantu perkembangan motorik halus anak-anak. Aplikasi edukatif yang dirancang khusus untuk anak-anak, seperti game atau aplikasi yang melibatkan sentuhan layar dan interaksi visual, dapat membantu anak-anak mengasah koordinasi mata dan tangan. Aplikasi ini juga dapat melatih kemampuan motorik halus, seperti menekan tombol, menggambar, atau menyusun gambar. Namun, keuntungan ini hanya dapat dicapai jika waktu yang dihabiskan di depan perangkat dibatasi dan digunakan dengan benar (Radesky et al., 2015).Selain faktor individu, lingkungan belajar memengaruhi motivasi belajar. Hubungan sosial yang tidak harmonis di sekolah dan kurangnya dukungan keluarga dapat menurunkan minat belajar siswa (Asriani et al., 2023). Selain itu, suasana kelas yang tidak menyenangkan dapat menghambat siswa untuk belajar, terutama bagi siswa yang sensitif secara emosional (Welianti dan Sartono, 2024).

Gadget ini juga memengaruhi interaksi sosial anak-anak. Anak-anak yang terlalu sering menggunakan perangkat elektronik cenderung lebih jarang berinteraksi langsung dengan anggota keluarga atau teman sebaya mereka. Anak-anak yang lebih banyak berinteraksi dengan layar daripada dengan orang lain berisiko mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan sosial dasar seperti berbagi, empati, dan bekerja dalam tim. Hal ini dapat mengurangi kemampuan mereka dalam berkomunikasi, berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah bersama (Lillard & Peterson, 2011). Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan guru untuk memantau penggunaan perangkat dan memastikan bahwa anak-anak tetap memiliki waktu untuk berinteraksi secara sosial.


Gambar 1. Menunjukkan perbedaan kontras anak SD terhadap gadget dan anak-anak  bermain bersama secara langsung.

Gambar tersebut menggambarkan kontras dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan anak SD. Pada satu sisi, anak-anak terlihat duduk di kelas sambil fokus pada gadget masing-masing, sehingga interaksi dengan teman menjadi sangat terbatas dan aktivitas motorik cenderung pasif karena mereka lebih banyak diam dan menatap layar. Kondisi ini dapat mengurangi kesempatan anak untuk bergerak, berkomunikasi, dan bekerja sama. Sebaliknya, sisi lain gambar memperlihatkan anak-anak yang bermain bersama menggunakan balok dan permainan edukatif, saling berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama. Aktivitas tersebut melibatkan gerakan fisik serta koordinasi tangan dan tubuh, sekaligus melatih kemampuan sosial seperti berbagi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah bersama. Gambar ini menekankan pentingnya keseimbangan antara penggunaan gadget dan aktivitas bermain langsung untuk mendukung perkembangan motorik dan sosial anak.

Kesimpulan

Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan pada anak SD dapat berdampak negatif pada perkembangan motorik dan interaksi sosial mereka. Secara fisik, anak-anak yang sering menggunakan perangkat mungkin kurang bergerak, yang dapat menghambat perkembangan motorik kasar dan halus mereka. Kurang aktivitas fisik juga dapat menghambat perkembangan keterampilan motorik halus, seperti koordinasi tangan-mata dan kemampuan motorik halus, seperti menulis atau menggambar. Selain itu, interaksi sosial yang dilakukan anak juga dapat dipengaruhi. Anak-anak yang lebih banyak berinteraksi dengan perangkat elektronik cenderung menghabiskan waktu sendirian, yang berarti mereka kurang berkemungkinan berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya mereka. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan keterampilan sosial seperti empati, kerja sama kelompok, dan komunikasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi anak-anak untuk memastikan bahwa stimulasi digital dan interaksi sosial yang sehat diimbangi dengan pengawasan orang tua.

Saran

  1. Menurut American Academy of Pediatrics, orang tua dan pendidik harus membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak di depan perangkat elektronik hingga dua jam setiap hari. Tujuannya adalah untuk mencegah efek negatif terhadap perkembangan motorik kasar dan halus anak (Dwyer et al., 2017). Selain itu, sangat penting untuk memastikan bahwa waktu yang dihabiskan di perangkat tersebut dihabiskan untuk kegiatan yang edukatif dan bermanfaat, seperti aplikasi yang membantu meningkatkan keterampilan motorik halus.

  2. Orang tua harus mengimbangi penggunaan perangkat dengan mendorong anak-anak untuk berolahraga. Perkembangan motorik mereka akan sangat dibantu oleh aktivitas fisik seperti bermain di luar rumah, berolahraga, atau bermain permainan yang memerlukan gerakan tubuh. Selain itu, aktivitas fisik ini mungkin bermanfaat bagi anak-anak karena dapat membantu mereka menghindari kecanduan perangkat elektronik dan meningkatkan hubungan sosial dengan teman-teman sebaya mereka (Radesky et al., 2015).

  3. Sangat penting untuk mengingat kualitas interaksi sosial yang dilakukan anak-anak. Orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya mereka, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Memberikan mereka kesempatan untuk bermain bersama, mereka dapat belajar keterampilan sosial penting seperti berbagi, berempati, dan bekerja sama. Orang tua dapat menghabiskan waktu bersama keluarga mereka tanpa perangkat elektronik, yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan hubungan sosial dan komunikasi antar anggota keluarga (Lillard & Peterson, 2011).

Daftar Pustaka

Bakht, D., et al. (2025). Assessing the impact of screen time on the motor development of children: A systematic review. Pediatric Discovery.Deci, E.L., & Ryan, R.M. (1985). Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behavior. Plenum Press.

Helmi, H., & Hardiansyah, R. (2024). Dampak interaksi dengan gadget terhadap perkembangan emosi dan sosial anak sekolah dasar: Sebuah tinjauan literatur. Journal of Education and Culture, 4(1), 13–20.Putri, A. R., & Handayani, S. (2024). Motivasi belajar peserta didik sekolah dasar dalam pembelajaran tematik. JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan, 3(4), 45–52.

Joshanda, N. S., et al. (2025). Pengaruh penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak usia sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.

Páez-Herrera, J., et al. (2025). Relationship between the use of screens and the motor development of children from 8 to 10 years of age. Children, 12(5), 584. MDPI.

UNESCO. (2023). Guidance on children and digital media use. UNESCO Publishing.

Sianturi, Yohana RU. "Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar." Jurnal Kewarganegaraan 5.1 (2021): 276-284.


Itsna, Nur Mutmainnatul, and Risatur Rofi’ah. "Dampak penggunaan gadget pada interaksi sosial anak usia dini." Ummul qura jurnal institut pesantren sunan drajat (INSUD) Lamongan 16.1 (2021): 60-70.

Berliana, Dinda. "Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 Tahun." Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini (2022).

Rini, Nita Monita, Ika Ari Pratiwi, and Muhammad Noor Ahsin. "Dampak penggunaan gadget terhadap perilaku sosial anak usia sekolah dasar." Jurnal Educatio Fkip Unma 7.3 (2021): 1236-1241.


×
Berita Terbaru Update