Dampak Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Interaksi Peserta Didik Sekolah Dasar pada Situasi Pandemi Covid-19
Khafifah Lutfiyani (2025015006)
Dosen Pengampu: Trio Ardian, M.Pd
Mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Email Penulis : khafifahlutfiyani680@gmail.com
Abstrak
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui dampak dan keuntungan penggunaan perangkat elektronik oleh anak-anak di Sekolah Dasar selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian literatur, yang mencakup langkah-langkah pencarian topik, penentuan judul, dan analisis data yang mencakup pengumpulan, pengurangan, dan penarikan kesimpulan.Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak memiliki dua sisi. Dampak Positif: Gadget membantu berkomunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, memperluas jaringan pertemanan di dunia maya, membantu mencari informasi, dan mendorong kreativitas anak. Dampak Negatif: Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan anak menjadi individualis, terpapar radiasi yang merusak penglihatan, kecanduan, malas beraktivitas fisik, menurunkan konsentrasi belajar, dan kurangnya interaksi sosial dalam kehidupan nyata.
Kata Kunci : gadget, kemampuan interaksi, anak Sekolah Dasar, Covid-19
PENDAHULUAN
Pada era sekarang ini, perkembangan teknologi telah mengalami banyak kemajuan. Munculnya alat yang memudahkan kegiatan manusia dengan informasi dengan cepat menandai perkembangan tersebut. Menurut Syahudin (2019), "gadget" adalah suatu benda elektronik yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi, seperti komputer, handphone, dan lainnya.
Gadget ini pada awalnya hanya digunakan oleh orang dewasa, tetapi sekarang banyak digunakan oleh anak-anak. Penggunaan perangkat elektronik oleh anak-anak di usia sekolah dasar "dapat berdampak positif maupun negatif", yaitu dapat membantu mereka mencari bahan pelajaran dan berkomunikasi jarak jauh, tetapi juga dapat berdampak negatif, yaitu mereka lebih sering memainkan perangkat elektronik daripada bermain dan berinteraksi dengan teman-teman mereka. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi individualis, sehingga orang tua harus memantau anak saat mereka bermain perangkat elektronik. Dunia saat ini menghadapi musibah karena munculnya "virus corona yang sangat menakutkan". Virus ini tidak dapat dilihat oleh mata manusia karena ukurannya yang sangat kecil, dan orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami sesak napas, bahkan kematian. Banyak orang yang terkena dampak virus ini baik dalam hal ekonomi, sosial, dan pendidikan. Dampak virus corona dalam bidang sosial meliputi larangan orang untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. kelompok/dibatasi yang berdampak pada bidang pendidikan juga. Banyak Sekolah Dasar meliburkan semua siswanya untuk mencegah penyebaran COVID-19, dan pembelajaran yang awalnya tatap muka sekarang diganti dengan pembelajaran online melalui perangkat elektronik.
Masa pandemi covid -19
Dunia saat ini dilanda pandemi COVID-19, yang disebabkan oleh virus Corona, juga dikenal sebagai COVID-19. Pada awalnya, virus corona menyebar di China dan dapat menyebar ke seluruh negara. Menurut Yuliana (2020), coronavirus termasuk golongan ordo nidovirales dan merupakan virus RNA Strain tunggal positif. Struktur coronavirus menyerupai kubus yang memiliki protein di permukaannya. Coronavirus adalah virus RNA dengan ukuran partikel 120-160 nm. Hewan seperti kelelawar dan unta adalah yang pertama kali terinfeksi virus ini.
Severe Acute Respiratory Illness Coronavirus (SARS-CoV) dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) adalah dua jenis corona virus yang dapat menginfeksi manusia sebelum wabah COVID-19. Gejala coronavirus termasuk sesak napas, demam, dan batuk. Kasus COVID-19 yang serius dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Yurianto, 2020 Untuk mencegah penyebaran coronavirus, orang dapat memakai masker, menghindari kontak dekat dengan orang lain, dan secara teratur mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. yang memiliki gejala seperti batuk dan bersin. Sebagai kesimpulan dari penjelasan di atas, corona virus adalah penyakit virus yang menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan batuk, pilek, dan demam, yang semuanya dapat menyebabkan kematian.
Dampak Positif Penggunaan Gadget
Menurut Witarsa et al. (2018),
a. Mempermudah komunikasi anak-anak akan dengan mudah berkomunikasi dengan teman-teman mereka dengan menggunakan gadget mereka.
b. Meningkatkan pertemanan
Anak-anak dapat memperluas jaringan pertemanan maya mereka di dunia virtual dengan aplikasi yang tertanam di perangkat mereka. c. Menambah rasa percaya diri
Sebagaimana dijelaskan oleh Ardianti et al. (2018),
a. Aplikasi di perangkat elektronik memungkinkan anak-anak untuk memperoleh dan menggunakan informasi dengan mudah..
b. Selain itu, aplikasi ini memungkinkan anak-anak untuk menjadi lebih kreatif.
Menurut Rozalia (2017), adalah sebagai berikut a. Perangkat ini berfungsi sebagai media hiburan, memungkinkan siswa bermain game, b. Perangkat ini berfungsi sebagai media komunikasi, memungkinkan siswa berkomunikasi dengan mudah. c. Penggunaan internet: Saat belajar, siswa menggunakan internet untuk mencari informasi.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan dari penjelasan ketiga ahli di atas bahwa perangkat elektronik dapat membantu anak mencari bahan untuk tugas sekolah, menjadi hiburan, membantu mereka mendapatkan informasi, meningkatkan rasa percaya diri mereka, dan mendorong kreativitas. Dan menjadikan Anak-anak menjadi inovatif.
Dampak Negatif dari Penggunaan Gadget:
Sebuah penjelasan (Sinta, 2018) menyatakan bahwa:
a. Risiko terkena sinar radiasi: jika perangkat digunakan dalam jangka waktu yang lama, kemampuan penglihatan akan berkurang karena terkena sinar radiasi.
B. Menjadikan gadget anak menjadi kebiasaan setiap hari, membuatnya selalu di genggaman dan dibawa ke mana pun.
c. Terlambat memahami materi pembelajaran: Saat pelajaran berlangsung, siswa tidak fokus pada materi yang diberikan guru karena mereka sering mencari materi melalui perangkat
Menurut Novitasari (2016), hal-hal berikut terjadi pada anak-anak: a. Malas melakukan kegiatan berbagai aplikasi yang ada di dalam perangkat membuat anak-anak lebih suka memainkan perangkat daripada berolahraga, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit. b. Lupa bermain bersama teman menggunakan perangkat secara terus menerus dapat menyebabkan anak-anak melupakan bermain bersama teman di dunia nyata.
Dampak negatif, menurut penjelasan Hidayati (2016), meliputi:
a. Kecanduan perangkat jika anak bermainnya dengan waktu yang lama dan tidak peduli saat orang tua berbicara tentangnya
b. Menjadi lebih mementingkan perangkat daripada perintah orang tua jika anak bermainnya dengan waktu yang lama; dan
c. Menjadi lebih mementingkan perangkat daripada perintah orang tua
Dampak negatif, menurut penjelasan Hidayati (2016), meliputi: a. Kecanduan perangkat jika anak bermainnya dengan waktu yang lama dan tidak peduli saat orang tua berbicara tentangnya
b. Menjadi lebih mementingkan perangkat daripada perintah orang tua jika anak bermainnya dengan waktu yang lama; dan
c. Menjadi lebih mementingkan perangkat daripada perintah orang tua
Dari penjelasan ketiga ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget dapat berdampak negatif pada anak-anak, termasuk kecanduan bermain gadget, malas beraktivitas, menjadi kebiasaan, kesulitan untuk fokus dalam belajar, dan antisosial terhadap lingkungan sekitar.
KESIMPULAN
Beberapa penelitian kepustakaan menunjukkan bahwa penggunaan perangkat pada anak-anak di Sekolah Dasar dapat memiliki efek positif dan negatif. Dampak positif dari penggunaan perangkat antara lain: (1) mempermudah komunikasi; (2) memungkinkan untuk mencari informasi di mana saja; (3) meningkatkan jaringan pertemanan; dan (4) meningkatkan kreativitas anak. Sebaliknya, dampak negatif dari penggunaan perangkat antara lain: (1) anak menjadi malas membaca buku karena dapat menggunakan informasi dari internet; (2) anak menjadi malas melakukan aktifitas; (3) anak menjadi marah; (4) mengganggu konsentrasi; dan (5) dapat merusak mata.
DAFTAR PUSTAKA
Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Choi, C. H., & Putri, R. S. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar.
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), 1–12. https://ummaspul.e journal.id/Edupsycouns/article/vi ew/397
Rozalia, M. F. (2017). Hubungan Intensitas Pemanfaatan Gadget Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 5(2), 722. https://doi.org/10.22219/jp2sd.v ol5.no2.722-731
Sinta. (2018). Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Sosial Anak di TK Aisyiyal Bustanul Athfal VI. Artikel Penelitian, 2018(2018), 1–11.
Syifa, L., Setianingsih, E. S., & Sulianto, J. (2019). Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Psikologi pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3(4), 538–544.
Wahyu Aji Fatma Dewi. (2020). DAMPAK COVID-19 TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 57.
Chusna, P. A. (2017). Pengaruh Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan, 17(2), 315–330. https://doi.org/10.21274/dinamik a/2017.17.2.315-330
Kamil, M. F. (2016). Pengaruh Gadget Berdampak Kepada Kurangnya Komunikasi Tatap Muka Dalam Kehidupan Sehari. http://repository.radenintan.ac.id /437/1/SKRIPSI.pdf