TANTANGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SD DI TENGAH PERBEDAAN KARAKTER DAN LINGKUNGAN BELAJAR
Fitria Eny Nurul Chotimah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta
Abstract
Learning motivation is an important factor that influences student engagement and success in learning. Because each student has different characteristics and learning environments, building learning motivation is not easy. This article discusses the difficulties in motivating elementary school students due to differences in character and learning environments. The method used is a literature study by analyzing journals and online sources on the subject of educational psychology. The results of the study show that psychological factors such as emotional needs, a sense of security, and the students' own desires influence learning motivation. The environment also plays a role, including social interactions, parental support, and classroom atmosphere. If students' basic needs and psychological needs are met, their learning motivation will increase. This is based on Maslow's hierarchy of needs theory and self-determination theory. Therefore, teachers need to use appropriate and supportive learning approaches to enhance elementary school students' learning motivation.
Keywords: Learning motivation, Elementary school students, individual diffrences, learning environment, educational psychology.
Abstrak
Motivasi belajar adalah faktor penting yang memengaruhi keterlibatan dan keberhasilan siswa dalam belajar. Karena setiap siswa memiliki karakteristik dan lingkungan belajar yang berbeda, membangun motivasi belajar tidak mudah. Artikel ini membahas kesulitan untuk mendorong siswa SD karena perbedaan antara karakter dan lingkungan belajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan melakukan analisis jurnal dan sumber online tentang subjek psikologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti kebutuhan emosional, rasa aman, dan keinginan siswa sendiri memengaruhi motivasi belajar. Lingkungan juga berpengaruh, seperti interaksi sosial, dukungan orang tua, dan suasana kelas. Jika kebutuhan dasar siswa dan kebutuhan psikologis mereka dipenuhi, motivasi belajar mereka akan meningkat. Ini berdasarkan teori hierarki kebutuhan Maslow dan teori Self-Determination. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dan mendukung agar motivasi beajar siswa SD meningkat.
Kata Kunci: Motivasi belajar, peserta didik sekolah dasar, perbedaan karakter, lingkungan belajar, psikologi pendidikan.
PENDAHULUAN
Motivasi belajar adalah komponen psikologis yang sangat berpengaruh terhadap keterlibatan dan keberhasilan siswa sekolah dasar. Ini mendorong siswa untuk mengikuti pelajaran secara aktif, mempertahankan perhatian, dan berusaha mencapai tujuan belajar yang ditetapkan (Santrock, 2021). Karena peserta didik memiliki perbedaan karakter dan latar belakang yang beragam, guru sering menghadapi tantangan dalam menumbuhkan motivasi belajar di sekolah dasar.
Perbedaan karakter seperti tingkat kepercayaan diri, kemampuan mengelola emosi, dan gaya belajar menyebabkan respons peserta didik terhadap pembelajaran tidak selalu sama karena peserta didik SD berada pada tahap perkembangan yang sensitif terhadap pengaruh lingkungan emosional dan sosial (Putri & Handayani, 2024). Selain itu, lingkungan belajar yang meliputi dukungan keluarga, hubungan dengan teman sebaya, serta iklim kelas turut memengaruhi motivasi belajar peserta didik (Asriani et al., 2023). Lingkungan belajar yang kurang kondusif dapat menurunkan minat belajar dan partisipasi peserta didik.
Secara teoritis, hierarki kebutuhan Maslow menyatakan bahwa kebutuhan dasar seperti rasa aman dan kebutuhan sosial harus dipenuhi untuk meningkatkan motivasi belajar (Maslow, 1943). Menurut teori kemandirian, motivasi intrinsik siswa dipengaruhi oleh memenuhi persyaratan otonomi, kemampuan, dan keterhubungan sosial (Deci & Ryan, 1985). Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan penelitian tentang masalah motivasi belajar peserta didik SD di tengah perbedaan karakter dan lingkungan belajar.
METODE PENELITIAN
Studi pustaka ini menggunakan studi deskriptif kualitatif. Berdasarkan kajian teori dan temuan penelitian terdahulu, metode ini dipilih untuk mengkaji tantangan motivasi belajar peserata didik SD secara menyeluruh. Sumber data berasal dari buku referensi psikologi pendidikan yang dapat diandalkan, seperti teori hierarki kebutuhan Maslow dan Self-Determination Thory dari Deci & Ryan. Artikel juga dikumpulkan dari jurnal ilmiah nasional yang relevan dengan topik motivasi belajar, karakter peserta didik, dan lingkungan belajar.
Untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang faktor psikologis dan lingkungan yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik sekolah dasar, literatur yang relevan dengan fukus kajian diselidiki, dibaca, dan dipilih. Selanjutnya, data ini dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan dan mengaitkan hasil dari berbagai sumber.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian pustaka menunjukkan bahwa interaksi antara faktor karakter individu dan lingkungan belajar memengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar. Perbedaan karakter siswa, seperti tingkat kepercayaan diri, kemampuan untuk mengendalikan emosi, dan gaya belajar, menjadi tantangan utama bagi pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang dapat memotivasi semua siswa (Putri & Handayani, 2024). Peserta didik yang tidak percaya diri cenderung menjadi pasif dan kurang berani mengambil bagian dalam kegiatan pembelajaran.
Selain faktor individu, lingkungan belajar memengaruhi motivasi belajar. Hubungan sosial yang tidak harmonis di sekolah dan kurangnya dukungan keluarga dapat menurunkan minat belajar siswa (Asriani et al., 2023). Selain itu, suasana kelas yang tidak menyenangkan dapat menghambat siswa untuk belajar, terutama bagi siswa yang sensitif secara emosional (Welianti dan Sartono, 2024).
Hasil ini sejalan dengan teori hierarki kebutuhan Maslow, yang menyatakan bahwa kebutuhan dasar dan rasa aman siswa harus dipenuhi agar motivasi belajar mereka berkembang secara optimal (Maslow, 1943). Selain itu, teori kemandirian menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan psikologis seperti keterhubungan sosial, otonomi, dan kemampuan adalah kunci untuk membangun motivasi intrinsic siswa (Deci & Ryan, 1985). Dalam situasi seperti ini, guru memiliki tanggung jawab strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan responsif terhadap penguatan positif. Selain itu, komunikasi yang berempati dapat membantu mengatasi masalah motivasi belajar di sekolah.
Gambar 1. Suasana pembelajaran aktif di kelas melalui diskusi kelompok
Gambar ini menunjukkan lingkungan pembelajaran yang aktif di kelas sekolah dasar. Terlihat bahwa siswa belajar dalam kelompok kecil, berbicara satu sama lain, dan bekerja sama untuk menyelesaikan tugas, dan guru bertindak sebagai mentor yang mendampingi dengan ramah dan membantu. Peserta didik merasa aman untuk berbicara dan terlibat aktif karena suasana kelas terlihat nyaman dan nyaman. Peserta didik merasa dihargai, didukung secara emosional, dan berinteraksi sosial secara positif dalam lingkungan belajar ini, yang dapat meningkatkan motivasi mereka untuk belajar.
Kesimpulan
Perbedaan karakter individu dan berbagai kondisi lingkungan belajar memengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar. Guru menghadapi tantangan dalam meningkatkan keinginan untuk belajar karena perbedaan kepercayaan diri, kemampuan untuk mengelola emosi, dan dukungan dari keluarga dan sekolah. Berdasarkan studi teori dan temuan penelitian sebelumnya, motivasi belajar siswa akan meningkat secara optimal jika kebutuhan psikologis mereka dipenuhi dan mereka berada dalam lingkungan belajar yang mendukung. Oleh karena itu, untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan, guru harus menggunakan pendekatan pembelajaran yang responsif, empatik, dan memperhatikan kebutuhan psikologis peserat siswa.
Saran
Menjadi bahan refleksi bagi pendidik dalam upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik sekolah dasar.
Menerapkan pembelajaran yang variative dan memperhatikan perbedaan karakter peserta didik.
Workshop psikologi kelas untuk mahasiswa PGSD semester 1.
Daftar Pustaka
Asriani, C. I., Hidayati, N., & Suparmi. (2023). Lingkungan sosial dalam mendorong motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Teknologi dan Pendidikan Dasar (JTPD), 2(1), 32–38.
Deci, E.L., & Ryan, R.M. (1985). Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behavior. Plenum Press.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.
Putri, A. R., & Handayani, S. (2024). Motivasi belajar peserta didik sekolah dasar dalam pembelajaran tematik. JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan, 3(4), 45–52.
Rahma, S., Leksono, A. A., & Zamroni, M. A. (2024). Kontribusi guru dalam memberikan motivasi belajar pendidikan karakter peserta didik. Journal of Education and Learning Innovation (JELIN), 1(1), 18–31.
Santrock, J.W. (2021). Educational Psychology (7th ed.). McGraw-Hill.
Welianti, R., & Sartono, S. (2024). Pengaruh lingkungan sekolah terhadap perkembangan karakter siswa sekolah dasar. Aljabar: Jurnal Ilmuan Pendidikan, Matematika dan Kebumian, 1(2), 29–39.