-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Strategi Pembelajaran Biologi untuk menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Siswa Sekolah Dasar

Rabu, 09 Juli 2025 | Juli 09, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-10T00:13:25Z


Strategi Pembelajaran Biologi untuk menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Siswa Sekolah Dasar

Penulis: Amri Ghanisha w s (20)24015029



Rasa ingin tahu merupakan salah satu kunci penting dalam proses belajar, terutama bagi siswa sekolah dasar yang sedang berada pada tahap perkembangan kognitif yang pesat. Di usia ini, anak-anak sangat tertarik untuk mengetahui berbagai hal baru, namun sering kali pendekatan pembelajaran di sekolah belum sepenuhnya mampu memfasilitasi dorongan alami tersebut, khususnya dalam mata pelajaran Biologi. Padahal, Biologi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka dan dapat menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan semangat eksplorasi.

Biologi bukanlah pelajaran yang harus dihafalkan, melainkan dipahami melalui pengamatan, pengalaman langsung, dan refleksi atas fenomena alam di sekitar. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang kontekstual menjadi sangat penting. Guru dapat mengaitkan materi pelajaran dengan lingkungan siswa, misalnya melalui pengamatan tanaman yang tumbuh di sekitar sekolah, mengenal serangga di taman sekolah, atau membuat percobaan sederhana seperti menanam biji kacang hijau dan mengamati pertumbuhannya setiap hari. Kegiatan seperti ini tidak hanya membuat siswa lebih paham, tetapi juga mendorong mereka untuk bertanya dan mencari tahu lebih jauh.

Pendekatan berbasis inkuiri juga sangat efektif dalam membangkitkan rasa ingin tahu. Inkuiri berarti siswa tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga aktif menggali sendiri pengetahuan. Guru bisa memulai pelajaran dengan pertanyaan-pertanyaan pemicu, misalnya: “Mengapa daun berwarna hijau?” atau “Bagaimana hewan beradaptasi dengan lingkungannya?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini memancing keingintahuan dan mendorong siswa untuk berpikir kritis. Proses mencari jawaban dapat dilakukan melalui diskusi kelompok, eksperimen sederhana, atau penelusuran informasi dari buku dan media digital.

Di samping strategi pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator juga sangat menentukan. Guru yang terbuka terhadap pertanyaan siswa, menghargai rasa penasaran mereka, dan tidak cepat memberikan jawaban akan membantu menciptakan suasana belajar yang suportif. Bahkan, pertanyaan-pertanyaan spontan dari siswa bisa menjadi bahan diskusi yang menarik di kelas. Memberikan pujian atas pertanyaan yang muncul dan melibatkan siswa dalam eksplorasi jawabannya akan memperkuat budaya ingin tahu di kelas.

Penggunaan media pembelajaran yang menarik juga tidak kalah penting. Gambar, model organ tubuh, video pembelajaran, atau simulasi digital dapat meningkatkan perhatian dan minat siswa. Misalnya, menggunakan video animasi tentang proses fotosintesis atau permainan edukatif tentang rantai makanan bisa menjadikan pelajaran Biologi lebih menyenangkan. Teknologi pendidikan saat ini menyediakan banyak pilihan alat bantu yang bisa diakses secara gratis dan mudah oleh guru dan siswa.

Namun yang terpenting adalah teladan dari guru itu sendiri. Guru yang menunjukkan antusiasme terhadap ilmu pengetahuan dan selalu ingin belajar hal baru akan menjadi inspirasi bagi siswa. Ketika siswa melihat gurunya sebagai sosok yang gemar bertanya, mencari tahu, dan tidak cepat puas dengan satu jawaban, mereka akan terdorong untuk bersikap serupa. Guru bukan hanya pemberi materi, tetapi juga pembentuk karakter pembelajar sepanjang hayat.

Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan untuk menjadi pendidik, saya meyakini bahwa menumbuhkan rasa ingin tahu sejak dini adalah langkah awal untuk menciptakan generasi yang berpikir kritis, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Melalui strategi pembelajaran Biologi yang aktif, menyenangkan, dan relevan, kita bisa membantu anak-anak mencintai proses belajar, bukan hanya hasilnya.




×
Berita Terbaru Update